Home » Headline » Fany Kaget Dipanggil Polda Jabar

Fany Kaget Dipanggil Polda Jabar

Fany OctoraJABARTODAY.COM – BANDUNG

Lama tidak terdengar kabarnya, mantan istri siri Aceng Fikri, Fany Octora, kembali ke hadapan khalayak. Pada Senin (8/4), sosok yang dicerai mantan Bupati Garut itu memenuhi panggilan Kepolisian Daerah Jawa Barat atas pelaporan balik Aceng.

“Saya kecewa. Saya yang korban, malah saya yang dipanggil,” ucapnya di sela-sela pemeriksaan sebagai saksi di Mapolda Jabar.

Fany sendiri menyebut, selama ini tidak ada masalah dengan mantan suaminya tersebut, namun tiba-tiba ia mendapat surat dari Polda Jabar untuk dimintai keterangan.

“Saya mendapat surat panggilan klarifikasi pelaporan. Tadi ditanya kronologis saat pernikahan, seperti tanggal hari pertama ketemu sampai talak,” terangnya.

Fany pun berharap, bila masalah ini cepat selesai dan mendapat kejelasan hukum atas statusnya apakah masih menjadi istri sah atau dicerai oleh Aceng Fikri. “Ingin cepat beres. Kasihan mama juga, shock karena kasus ini. Mama lagi sakit,” ujarnya.

Dose Hudaya, kuasa hukum Fany, menambahkan, selain Fany turut dimintai keterangan, yaitu ayah Fany, Saefudin; paman Fany, Den Hery, dan ibunda Fany, Dedah. Namun lantaran sakit Dedah tidak bisa hadir memenuhi panggilan penyidik.

Soal isi laporan Aceng sendiri, Dose mengungkapkan, ada 4 pasal yang dilaporkan yang ditujukan kepada Fany, ayah, ibu, serta pamannya. “Laporannya tentang penipuan, pencemaran nama baik, pemerasan, dan laporan palsu,” tuturnya.

Namun pihaknya menyayangkan tindakan yang dilakukan Aceng, lantaran laporan Gufrom dari Komnas Perlindungan Anak belum ada penyelesaian. “Kita belum tahu ujungnya bagaimana,” keluhnya.

Pihaknya, usai klarifikasi ini selesai, meminta status kehidupan Fany selanjutnya. Karena saat diperiksa oleh petugas status, kliennya ditanya apakah masih gadis, janda, atau istri sah. “Kita minta status secara hukum,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Martinus Sitompul membenarkan pemanggilan Fany sebagai saksi terkait laporan mantan politisi Partai Golkar tersebut.
“Laporan sendiri pada tanggal 14 Februari 2013 lalu dengan terlapor, Fanny Octora, KH Abdul Rojak Als Aceng OO, RD Saad Aliyudin Als Aceng Ali, Den Heri, Saefuddin, dan  Dedah,” katanya.

Laporan sendiri, seperti diutarakan Martin, terkait dugaan pemerasan dan atau pencemaran nama baik, menyuruh memasukan keterangan palsu, penipuan, sebagaimana diatur Pasal 310, 368, 242 dan 378 KUHP.

“Oleh karena itu kita lakukan panggilan dan pemeriksaan sebagai saksi. Untuk saksi yang sudah diperiksa ada sebanyak 6 orang, yaitu Aceng HM Fikri, Hj. Siti Nurhidayah, Aceng Ali, Rustandi, Teten, dan H. Sajidin,” pungkas Martin.

Fany datang ke Polda Jabar sekitar pukul 10.50 dengan menggunakan mobil Toyota Alphard hitam berplat nomor B 313 NB.

Perempuan yang dinikah Aceng selama 4 hari itu mengenakan pakaian muslim berwarna pink dengan balutan kerudung berwarna ungu motif bunga. (VIL)

Komentar

komentar