Home » Headline » PT KAI Abadikan Tiga Awak Korban Bintaro

PT KAI Abadikan Tiga Awak Korban Bintaro

Tragedi tabrakan antara truk tangki dan kereta api di Bintaro, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

Tragedi tabrakan antara truk tangki dan kereta api di Bintaro, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Beberapa waktu lalu, publik dikejutkan dengan terjadinya musibah yang menghilangkan 7 nyawa dan menyebabkan puluhan orang lainnya terluka, yakni tabrakan antara Kereta Rel Listrik Commuter Line 1131 Serpong-Tanah Abang dan sebuah truk tangki, yang kuat dugaan, menerobos palang pintu perlintasan sebidang di Jalan Bintaro Permai, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Dalam peristiwa itu, PT Kereta Api Indonesia kehilangan tiga awaknya, Darman Prasetyo (masinis), Agus Suroto (asisten masinis), dan Sofyan Hadi (teknisi). Direktur Sumber Daya Manusia, Umum, dan IT PT KAI, Muhammad Kuncoro Wibowo, menjelaskan, berdasarkan kesaksian korban yang selamat, Sofyan Hadi sempat memasuki gerbong dan meminta para penumpang untuk pindah ke gerbong belakangnya.

“Itu karena adanya truk tangki tanpa pengemudi dan kernetnya, yang berdiam di tengah perlintasan sebidang,” ujar Kuncoro di Balai Pelatihan Operasional dan Pemasaran PT KAI Bandung, Jalan Ir H Djuanda 215 Bandung, Kamis (19/12).

Kuncoro meneruskan, setelah memberitahu dan meminta para penumpang untuk pindah, Sofyan kembali ke kabin masinis dan menutup pintu gerbong rapat-rapat. Tujuannya, terang dia, membantu dua rekannya, Darman dan Agus, memperlambat laju KRL. “Kembalinya Sofyan karena masinis memintanya demi menjaga keselamatan penumpang,” kenang Kuncoro.

Sambil menitikkan air mata, Kuncoro meneruskan, demi mengenang jasa-jasa dan pengorbanan ketiga awak PT KAI itu, pihaknya memberi penghargaan. Diantaranya, menaikkan pangkat ketiganya dua tingkat. Selain itu, juga mengabadikan nama ketiganya.

“Kami mengabadikan nama mendiang Sofyan Hadi sebagai nama Balai Pelatihan Teknik Pekeretaapian (BPLP) Bekasi. Lalu, mendiang Darman Prasetyo sebagai nama Balai Pelatihan Tekstil Traksi (BPTT). Sedangkan, mendiang Agus Suroto menjadi nama BP-OPSAR Bandung,” paparnya.

Di tempat yang sama, Sarjan (63), orang tua Agus Suroto, mengaku bangga bahwa anak keduanya itu dapat menunjukkan kinerja yang luar biasa meski kehilangan nyawanya. “Yang kami inginkan, semangat anak saya diikuti seluruh karyawan PT KAI,” ucapnya. (VIL)

Komentar

komentar