Home » Headline » Tak Bisa Ikut LK-II, Sekretariat HMI Kabupaten Bandung Diacak-acak

Tak Bisa Ikut LK-II, Sekretariat HMI Kabupaten Bandung Diacak-acak

HMIJABARTODAY.COM – BANDUNG

Sebanyak sepuluh orang yang mengaku kader Himpunan Mahasiswa Islam dari Cabang Sidrap dan Maros (Makassar) merusak Sekretariat HMI Kabupaten Bandung, sekitar pukul 23.30, Minggu (17/11).

Kejadian yang terjadi di belakang kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung tersebut, ditenggarai oleh pihak yang memaksa untuk bisa mengikuti Latihan Kader II yang akan berlangsung Senin (18/11).

Steering Commitee LK II HMI Cabang Kabupaten Bandung Ahmad Harun Yahya mengatakan, oknum yang mengaku kader HMI ini telah mendapat informasi tidak lolos seleksi LK II setelah pendaftaran makalah ditutup beberapa hari lalu.

Harun menilai, kesepuluh orang tersebut tidak menempuh mekanisme yang sudah ditetapkan oleh panitia. Bahkan, mereka tidak menyerahkan makalah sebagai salah satu persyaratan pendaftaran. “Mereka sudah kami kasih tahu melalui SMS sepuluh hari sebelum pelaksanaan. Kita sampaikan dengan baik-baik jika mereka tidak lolos seleksi,” ujar Harun, Senin siang.

Harun menuturkan, setelah diberi pengertian pun mereka tetap memaksa untuk datang. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk melarang kesepuluh orang itu datang ke Sekretariat HMI Kabupaten Bandung. “Tadi malam, mereka datang ke sekretariat. Kami sebagai satu himpunan terbuka, namun saat memaksa ikut LK II, ya kami tolak. Karena, saat itu jadwalnya penutupan screening,” tukasnya.

Merasa tidak dihargai karena dilarang mengikuti LK II di Cabang Kabupaten Bandung, mereka langsung beringas. Sekretariat pun diobrak abrik dengan menggunakan berbagai alat. Kerusakan seperti kaca, pintu, dan berkas-berkas LK II pun tidak luput dari amukan mereka.

Keadaan semakin memburuk saat kader HMI Cabang Kabupaten Bandung merasa dihina, karena sekretariatnya dirusak orang tidak dikenal. Aksi baku hantam pun sempat terjadi. Panitia memilih mundur demi keselamatan orang-orang yang ada di dalam kesekretariatan, khususnya peserta LK II dari berbagai cabang.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Solihin, menyatakan, warga sekitar merasa terganggu dengan adanya keributan. Meski begitu, pihak panitia dan warga sepakat menyerahkan kejadian ini kepada pihak berwajib. “Saya panggil saja pihak kepolisian, karena kami merasa terganggu dengan keributan ini,” ucap Solihin.

Sepuluh orang tersebut akhirnya digelandang ke Kepolisian Sektor Panyileukan untuk dimintai keterangan. Untuk sementara proses kaderisasi dan berbagai kegiatan cabang dan komisariat lainnya dihentikan, karena kantor sekretariat diberi garis polisi. (VIL)

Komentar

komentar