Home » Bandung Raya » Bikin SIM Harus Pakai KK

Bikin SIM Harus Pakai KK

foto: istimewa

foto: istimewa

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Meski sudah berjalan sejak sebulan lalu, namun belum banyak masyarakat yang tahu jika ada persyaratan baru yang harus dilampirkan dalam berkas permohonan pembuatan Surat Izin Mengemudi ke kepolisian. Syarat tersebut adalah dilampirkannya fotokopi Kartu Keluarga.

Seperti disampaikan Kepala Unit Registrasi Identitas Satuan Lalu Lintas Polres Kota Besar Bandung, Ajun Komisaris Asep Saepudin, bahwa penyertaan KK ini ditetapkan oleh Mabes Polri dan berlaku sejak 1 September 2013.

“Sosialisasi memang masih minim, kadang ada masyarakat yang pulang lagi. Maka kami juga terus berupaya untuk menyampaikan hal ini kepada masyarakat,” ujar Asep, di sela-sela permohonan pembuatan SIM di Polrestabes Bandung, Selasa (24/9).

Selain syarat baru tersebut, ditambahkan Asep, tidak ada lagi persyaratan lainnya. Semua syarat masih sama seperti lainnya, yakni  Kartu Tanda Penduduk (KTP), di mana pemohonan diwajibkan sudah berusia minimal 17 tahun. Kemudian pas foto, bukti kesehatan, dan hasil tes di lapangan.

“Sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012. Persyaratan administrasi membawa KTP yang masih berlaku, foto copy kartu keluarga, dan akte kelahiran. Bagi yang lahir tahun 1995-1996 harus melampirkan akte kelahiran asli. Jika di bawah 1995-1996 harus dilengkapi juga KTP dan KK asli. Kemudian pemohon dipastikan sehat jasmani dan rohani, kesehatan fisik seperti mata, jantung, dan paru-paru,” paparnya.

Alasan diberlakukan persyaratan itu adalah untuk mengantisipasi pemohon yang memalsukan KTP. Asep memaparkan, di wilayah hukum Polrestabes Bandung ini saja tak jarang ada pemohon yang ketahuan membawa KTP palsu saat mengajukan permohonan pembuatan SIM.

“Patut diduga ya, pernah kita temui ada KTP palsu. Mungkin ini KTP-nya di-scan sehingga menyerupai aslinya. Maka dari itu, pemohon diharuskan membawa KK untuk disamakan nomor penduduknya. Dan untuk anak di bawah umur, jelas untuk memastikan apakah dia sudah 17 tahun atau belum,” terang Asep.

Sejauh ini kata Asep, pihaknya memang belum menerima laporan pemalsuan KTP, tetapi apabila ditemukan kasus demikian maka yang terkena pidana adalah sindikat pembuat pemalsuan KTP. “Bisa dipidanakan ya, bukan hanya KTP, karena biasanya sindikat seperti itu juga memalsukan STNK atau BPKB. Maka kita harus waspada juga,” tandasnya. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.