Bandung Raya

Kapusda Kota Bandung: Tidak Ada Surat Perintah Pakai Materai!

Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung Muhammad Anwar memperlihatkan surat laporan ke polisi soal pemalsuan surat perintah ritual seks, Rabu (29/5). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung Muhammad Anwar memperlihatkan surat laporan ke polisi soal pemalsuan surat perintah ritual seks, Rabu (29/5). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung Muhammad Anwar melaporkan ke Kepolisian Resor Kota Besar Bandung soal beredarnya surat perintah mengikuti ritual seks bebas yang ditujukan kepada karyawan dan karyawati di lingkungan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, Rabu (29/5).

“Ini fitnah. Atas dasar ini saya melapor ke Polrestabes dan menyerahkan kepada polisi untuk mencaritahu siapa yang memalsu surat tersebut,” ujar Anwar saat ditemui usai memberi keterangan kepada Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, Rabu sore.

Ditegaskan Anwar, tidak mungkin surat perintah menggunakan materai, apalagi di sebuah instansi pemerintahan. Ditambah fakta bahwa tanda tangan yang ada di dalam surat berkop resmi itu bukanlah miliknya.

“Kalau nama benar, tapi tanda tangan bukan. Maka itu, saya serahkan semuanya kepada penegak hukum untuk proses selanjutnya,” paparnya.

Dirinya mengaku baru mengetahui tentang adanya surat perintah itu dari berita di media online. Meski telah mendengar soal ini sejak jauh hari, Anwar mengatakan belum memiliki bukti untuk melaporkan hal tersebut.

Disampaikan Kepala Satreskrim Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko, pihaknya masih mempelajari surat yang dipalsukan tersebut. Semisal fitnah, lanjut Trunoyudo, akan dilihat dulu alat bukti yang menunjukkan hal itu.

“Kita belum bisa terlampau dini dan masih melakukan proses penyelidikan. Kalau misalnya ada dua alat bukti akan kita lakukan proses lebih lanjut,” imbuh Trunoyudo.

Sebelumnya ditemukan Surat Perintah bernomor 041/019-C-Kapuserda dan ditandatangani Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Bandung, Dr H Muhammad Anwar, MSi yang ditujukan kepada karyawan dan karyawati di lingkungan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung.

Tujuan surat adalah untuk melaksanakan tugas mengikuti ritual seks bebas di dalam misa hitam sesuai dengan jadwal dan lokasi yang telah ditentukan kalender ritual 2013. Tak dijelaskan maksud misa hitam dan detail jadwal dan lokasi.

Selanjutnya, ada tiga hal dalam poin keterangan:

1. Ritual ini atas ijin gembala sidang Gereja XX dalam misa hitam yang diadakan pada saat-saat tertentu.
2. Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung No DPA 1.24.01.01.08.52 tanggal 1 Januari 2013.
3. Untuk kepentingan pribadi dan sangat rahasia.

Di akhir surat terdapat penegasan, perintah itu harus dilaksanakan dan dilaporkan ke Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah dan gembala Gereja XX. Ditetapkan di Bandung pada tanggal 31 Januari 2013.

Di lampiran, ada 10 nama yang disebutkan lengkap dengan Nomor Induk Pegawai (NIP), jabatan, dan pasangan seks bebasnya. Ada satu dokumen yang berupa piagam penghargaan piagam penghargaan terkait ritual itu. Tak disebutkan apa prestasi peserta ritual berjenis kelamin perempuan itu sehingga layak mendapatkan piagam. (VIL)

zv7qrnb

Komentar

komentar