Home » Headline » Suap Daging Sapi Terkait Erat Dengan Bank BJB

Suap Daging Sapi Terkait Erat Dengan Bank BJB

Bank BJB

Bank BJB

JABARTODAY.COM- BANDUNG

Indonesian Corruption Watch (ICW) akan terus mengawal kasus kredit fiktif Bank Jabar dan Banten (BJB) Cabang Surabaya yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 50 miliar. Menurut Koordinator ICW, Danang Widoyoko, kasus Bank BJB berkaitan erat dengan kasus suap daging impor yang menyeret mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq.

“Maka itu kami dorong KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk memperhatikan kasus ini. Karena kasus ini tidak bisa dilepaskan dari sapi,” ujar Danang usai membuka sekolah anti korupsi Sakti di Bandung, Senin (20/5).

Ia berpendapat, bahwa kasus Bank BJB dengan suap kuota daging sapi impor adalah satu rangkaian. Maka itu, ia berkeyakinan, KPK akan dapat menemukan fakta baru soal kasus sapi dari kasus Bank BJB.

“Jadi yang kami harapkan, KPK bukan cuma memperhatikan, tapi mensupervisi penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung di Jawa Barat. Hal ini agar penegakan hukumnya tidak parsial,” tegas Danang.

Seperti diketahui, dalam kasus Bank BJB terdapat nama Komisaris Radian Niaga Mulia, Elda Devianne Adiningrat, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kejaksaan, dan menjadi saksi di kasus suap daging sapi. Itulah yang membuat Danang dan kawan-kawannya di ICW meyakini adanya korelasi antar kasus tersebut.

Pegiat anti korupsi, Teten Masduki, mendukung langkah ICW untuk mengawal proses hukum kasus tersebut ditambah saat ini ICW membuka pusat pelatihan bagi para generasi muda yang bertujuan membangun integritas dalam pemberantasan korupsi.

“Kasus ini kan sudah berjalan di kejaksaan. Kita dukung langkah teman-teman ICW. Sekarang kan sedang membangun lembaganya, karena dalam pemberantasan korupsi tidak bisa sporadis,” imbuh Teten.

Sebelumnya, Kejagung menemukan kejanggalan dalam pemberian fasilitas kredit hingga ditemukan dugaan adanya kredit fiktif. Kredit itu diberikan kepada PT CIP dalam rangka pengadaan bahan baku pakan ikan. Namun dana kredit itu tidak digunakan dengan sebagaimana mestinya dan diberikan kepada Direktur CIP, Yudi Setiawan.

Kejagung sendiri telah menetapkan lima tersangka, yakni Direktur CIP Yudi Setiawan, Komisaris Radian Niaga Mulia Elda Devianne Adiningrat, Direktur Komersial E Farm Bisnis Indonesia berinisial Dps, mantan Dirut E Farm Bisnis Indonesia berinisial Dy, dan Manajer Komersial Bank BJB cabang Surabaya berinisial ESD. (VIL)

Komentar

komentar