Home » Ekonomi » Keterpurukan Hantui Dunia Hotel Jabar

Keterpurukan Hantui Dunia Hotel Jabar

Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah Jabar, Cecep Rukmana. (ISTIMEWA)

Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah Jabar, Cecep Rukmana. (ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Dalam beberapa tahun terakhir, Jawa Barat, khususnya, Kota Bandung, mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Satu diantaranya, terjadi pada sektor perhotelan. Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah Jawa Barat Cecep Rukmana berpendapat pertumbuhan hotel kurang terkendali.

Ditambahkannya, BPPD Jabar tidak memiliki informasi mengenai data pertumbuhan perhotelan di Jabar, utamanya, Kota Bandung, secara akurat. Hal itu, terang dia, berefek pada tingkat hunian kamar. “Idealnya, okupansi di Kota Bandung 75 persen dan Jabar 60 persen. Tapi, yang terjadi, untuk mencapai okupansi 50 persen saja begitu berat,” tukas Cecep pada pertemuan dengan DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jabar di Hotel Crown, Rabu (2/4/2014).

Sebenarnya, kata Cecep, jika ada data akurat, hal ini dapat menjadi acuan para investor bidang perhotelan. Jika tidak ada, ucapnya, hal itu dapat berpengaruh negatif. Soalnya, investasi untuk hotel sangat tinggi. Rata-rata, investasi per kamar untuk kelas berbintang, nilainya dapat mencapai Rp 1 miliar. Apabila kondisi ini dibiarkan, banyak perusahaan atau pebisnis hotel defisit. Efeknya, tentu mengancam keberadaannya.

Cecep pun menyoroti masalah kenaikan retribusi air tanah. Para pengelola hotel di Kota Bandung, utamanya, yang eksisting cukup lama, terpaksa memanfaatka air tanah. Itu karena, ungkapnya, sejauh ini, perhotelan di Kota Bandung kekurangan air bersih. “Selama ini, PDAM tidak memasok kebutuhan hotel secara mencukupi. Karenanya, para pelaku bisnis hotel terpaksa memanfaatkan air tanah. Itu pun legal karena mengantungi izin. Tapi, mengapa secara mendadak tarif retribusi naik?” tanya Cecep.

Seandainya kondisi perhotelan yang terjadi saat ini tidak segera dibenahi, Cecep khawatir, bisnis hotel di Jabar, utamanya, Kota Bandung, terancam. “Saya khawatir, dalam 4-5 tahun mendatang, kondisi perhotelan di Jabar makin terpuruk,” tutup Cecep. (ADR)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.