Home » Ekonomi » HIPMI Dukung Rencana Distribusi Gunakan KA

HIPMI Dukung Rencana Distribusi Gunakan KA

simply-san-juan.com

simply-san-juan.com

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Melakukan efisiensi dalam dunia usaha merupakan sebuah strategi dan opsi. Efisiensi itu pun dapat dilakukan dunia usaha dalam hal sistem transportasi. Saat ini, di Indonesia, sarana transportasi darat masih menjadi opsi utama dalam sistem distribusi dan logistik.
 
Namun, sejauh ini, masih terdapat sejumlah hal yang menjadi hambatan sistem distribusi melalui angkutan darat. Antara lain, masih belum sebandingnya keberadaan sarana infrastruktur jalan dengan perkembangan dan kebutuhan. Selain itu, tidak sedikit ruas jalan di Indonesia, khususnya, Jawa Barat, yang kondisinya rusak, seperti halnya ruas Pantai Utara (Pantura).
 
Karenanya, kalangan dunia usaha berencana untuk memanfaatkan kereta api sebagai sarana angkutan dan distribusi. “Kami setuju bahkan mendukung rencana tersebut,” singkat Ketua Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Barat Yedi Karyadi di Bandung, Jumat (31/1/2014).
 
Selama ini, ucap Yedi, produk-produk yang masuk Tanjung Priok, sekitar 60 persennya asal Jabar. Sejauh itu pula, lanjutnya, pengangkutan barang menuju Tanjung Priok lebih dominan menggunakan jalur transprotasi jalan raya. “Seiring dengan perkembangan, tentunya, kepadatan dan kemacetan lalu lintas dapat meningkat. Sedangkan perkembangan infrastruktur jalan tidak sebanding,” tukasnya.
 
Menurutnya, jika masih tetap mengandalkan jalan raya sebagai sarana transportasi dan distribusi, tidak tertutup kemungkinan, negara ini tertinggal oleh negara lain. Yedi berpendapat, di beberapa negara, sistem distribusi barang dan logistik lebih banyak memanfaatkan kereta api.
 
Sebagai contoh Cina. Diutarakan, di Cina, KA menjadi sarana angkutan pendistribusian barang. Hal itu yang membuat harga jual berbagai produk asal Cina lebih kompetitif. “Itu karena, biaya operasional dapat terminimalisir jika menggunakan jasa angkutan KA,” sambung dirinya.
 
 
Idealnya, Yedi menilai, di masa mendatang, ruas jalan darat peruntukannya bagi perpindahan orang, bukan lagi barang. Selama ini, transportasi dan distrbusi merupakan komponen  yang cukup tinggi dalam hal biaya operasional. Menurutnya, transportasi dan distribusi menghabiskan 30 persen dana operasional. Tentunya, kata Yedi, jika rencana pemanfaatan KA sebagai sarana angkutan dan distribusi barang serta logistik, hal itu dapat membuat terjadinya penghematan sekitar 10-20 persen.
 
Karenanya, Yedi menyatakan, pihaknya berharap PT Kereta Api Indonesia selaku operator perkeretaapian di Tanah Air, melakukan berbagai persiapan. Diantaranya, melakukan penambahan jalur. “Itu untuk lebih memudahkan dan melancarkan,” tandasnya. (VIL)

Komentar

komentar