Home » Ekonomi » Awas, Harga Emas Berpotensi Melemah

Awas, Harga Emas Berpotensi Melemah

harga-emas.com

harga-emas.com

JABARTODAY.COM – BANDUNG 

Terjadinya perkembangan global, ternyata, berdampak cukup besar pada situasi ekonomi, termasuk perdagangan internasional. Diantara berbagai komoditi, emas menjadi satu  yang cukup terpengaruh. Perkiraannya, pengaruh itu dapat membuat harga jual emas pada tahun ini melemah.
 
Assistant Vice President PT Valbury Asia Futures Ervan Permadi mengamini adanya prediksi mengenai potensi melemahnya harga jual emas. “Perkiraannya, tahun ini, harga emas melemah. Potensinya dapat mencapai level 1.184 Dollar Amerika Serikat per troyounce,” singkat Ervan di Bandung, Rabu (15/1/2014).
 
Saat ini, kata Ervan, harga emas masih berada pada level sekitar 2.000 dollar AS per troyounce. Akan tetapi, lanjut dia, potensi pelemahan itu terjadi karena AS mengurangi pembelian obligasi. Langkah yang dilakukan pemerintah negara adidaya itu menyebabkan nilai tukar Dollar AS menguat.
 
“Apabila nilai tukar Dollar AS menguat, hal itu membuat banyak kalangan memilih berinvestasi mata uang tersebut. Sebaliknya, penguatan Dollar AS membuat harga jual emas melemah,” papar Ervan.
 
Perkiraannya, lanjut Ervan, pelemahan harga emas dapat terjadi cukup lama selama tahun ini. Menurutnya, pelemahan itu berpotensi terjadi hingga akhir triwulan III 2014.
 
Mengenai prediksi perkembangan bursa seiring dengan adanya agenda politik pada tahun ini, Ervan menilai, jika di negara lain, agenda politik tidak terlalu berpengaruh. Namun, jika di Indonesia, perkembangan politik cukup berpengaruh pada kondisi pasar dan bursa.
 
Meski begitu, imbuh dia, pihaknya memperkirakan, harga jual saham nasional pada tahun ini berpeluang tumbuh. Dia memperkirakan, saham-saham pada sektor perdagangan, terutama, yang berorientasi ekspor, yang memiliki peluang tersebut. Dasarnya, jelas dia, menguatnya nilai tukar Dollar AS seiring dengan terjadinya pelemahan rupiah. “Untuk ekspor, pelemahan rupiah dapat berefek positif. Itu terjadi karena nilai tukar Dollar AS yang tinggi terhadap rupiah,” tutup Ervan.  (VIL)

Komentar

komentar