Home » Ekonomi » Bulog Siap Serap Kedelai

Bulog Siap Serap Kedelai

Kesibukan pekerja di pabrik tahu membersihkan kedelai. Kelangkaan kedelai mengancam kelangsungan nasib mereka. (ILUSTRASI)

Kesibukan pekerja di pabrik tahu membersihkan kedelai. Kelangkaan kedelai mengancam kelangsungan nasib mereka. (ILUSTRASI)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Tahun lalu, Indonesia dikejutkan oleh sempat menghilangnya tahu dan tempe. Itu terjadi seiring dengan melejitnya harga jual kacang kedelai, yang menjadi bahan pokok pembuatan tahu dan tempe. Agar hal itu tidak terulang pada masa mendatang, jajaran Perum Bulog Divisi Regional Jawa Barat siap berpartisipasi menjaga ketahanan kedelai.
 
“Itu merupakan sebuah langkah diversifikasi. Kami siap mendorong peningkatan kedelai, khususnya, di Jabar,”  ujar Kepala Perum Bulog Divre Jabar, Usep Karyana, di Bandung, Rabu (8/1/2014).
 
Usep mengemukakan, untuk merealisasikan rencana itu, pihaknya berperan sebagai penyerap hasil panen kedelai para petani. Karenanya, pihaknya menjalin kerjasama dan koordinasi dengan lembaga lain, utamanya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pihaknya pun siap bekerja sama dengan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (KOPTI).
 
Pihaknya, ucap Usep, menerima informasi bahwa Jabar menyiapkan lahan untuk pengembangan produksi kedelai. Lokasinya, sebut dia, di kawasan Jabar Selatan, yaitu Cianjur Selatan. “Kabar yang kami terima, luas lahan untuk pengembangan kedelai cukup besar. Informasinya, sekitar 100 hektar,” sahut dia.
 
Apabila terealisasi, Usep memprediksi, upaya tersebut dapat meningkatkan produksi kedelai. Menurutnya, rata-rata, produksi kedelai sekitar 2 ton per hektare. Artinya, terang dia, jika lahan seluas 100 hektare itu termanfaatkan untuk pengembangan kedelai, produksi kedelai Jabar bertambah sebesar 200 ton.
 
Tentang ketersediaan beras, Usep menegaskan, masyarakat Jabar tidak perlu khawatir. Pasalnya, jelas pria asal Garut tersebut, ketersediaan beras di tatar Pasundan dapat mencukupi kebutuhan hingga 5 bulan mendatang. “Minimalnya, ketersediaan beras yang ditetapkan pemerintah yaitu hingga 3 bulan. Insyaallah, Jabar aman,” seru Usep.
 
Berkenaan dengan penyerapan, Usep berpendapat, tahun ini, pihaknyamenargetkan volume yang tidak jauh berbeda dengan 2013, yaitu 500-550 ribu ton. Hingga saat ini, kata Usep, penyerapan sudah mencapai sekitar 200 ribu ton. “Perkiraan kami, dalam beberapa bulan mendatang, volume penyerapan bertambah seiring dengan adanya panen raya yang berlangsung sekitar Maret-April. Harapannya,  pada panen itu, penyerapan mencapai 70 persen,” imbuh dia.
 
Soal rencana menjadikan Jabar Selatan sebagai sentra produksi beras selain kawasan Pantai Utara (Pantura), Usep mencetuskan, pihaknya terus berupaya menggolkan wacana itu. Salah satu upayanya, berencana mendirikan dan membangun sejumlah gudang-gudang.
 
Sejauh ini, aku Usep, pihaknya memiliki 45 komplek pergudangan. Jumlah unitnya, lanjut Usep, totalnya mencapai 192 unit. “Itu hasil penambahan 3 unit gudang pada 2013, yaitu di Paseh Kabupaten Sumedang, Mangkubumi Kabupaten Tasikmalaya, dan Banjar,” tutup Usep. (VIL)

Komentar

komentar