Home » Ekonomi » Sektor Perbankan Jabar Meningkat

Sektor Perbankan Jabar Meningkat

JabarprovJABARTODAY.COM – BANDUNG

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Ilya Avianti menyatakan, Jawa Barat patut menjadi contoh bagi provinsi lain dalam pembinaan industri jasa keuangan. Salah satu penilaiannya yang menjadi dasar adalah perkembangan sektor perbankan dan pasar modal di provinsi berpenduduk terbesar di Indonesia ini pada triwulan III, yang mencapai 5,7 persen.

“Peran Jawa Barat cukup signifikan. Ini semua berkat kepemimpinan Bapak Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat) yang berhasil memajukan dan menjaga pertumbuhan perekonomian dalam kondisi yang baik,” ujar Ilya, pada Peresmian Kantor OJK Regional 2 Jabar di Kantor Bank Indonesia Perwakilan VI Jabar-Banten, Senin (6/1/2014).

 

Menurutnya, berbagai kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mampu mendongkrak kemajuan perekonomian sekaligus berkontribusi dalam pembangunan nasional.

 

Ilya menambahkan, OJK optimis Jabar menjadi pusat jasa industri keuangan, yang juga mendorong industri lainnya tumbuh pesat. “Semua capaian ini menjadi contoh baik pemerintah daerah lainnya,” ucapnya.

 

Menurut Ilya, perkembangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), yang disokong PT BPR Jabar dan PT Jaminan Kredit Daerah atau Jamkrida Jabar, sangat menggembirakan. Apalagi, tambahnya, Bank Jabar Banten atau bank bjb, kini menjadi bank daerah beraset terbesar di Indonesia dengan nilai Rp 64,29 triliun.

 

Ilya juga menyebut, pertumbuhan perbankan syariah di Jabar cukup mengesankan, yakni mencapai 6,6 persen total aset perbankan di Jabar. Padahal, sambungnya, aset perbankan syariah secara nasional hanya mencapai 3,4 persen.

 

“Semoga dengan dukungan Pemprov Jabar, OJK mampu berkiprah aktif dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan edukasi kepada masyarakat dalam bidang jasa industri keuangan,” tuturnya.

 

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan sendiri menyampaikan apresiasi atas penilaian OJK terhadap kinerja pihaknya. Menurutnya, kehadiran OJK akan sangat membantu dalam membangun perekonomian masyarakat Tatar Pasundan.

 

Heryawan mengungkapkan, akses masyarakat terhadap jasa perbankan secara nasional baru mencapai 20 persen. Kondisi ini menjadi tantangan OJK, begitu pula Pemprov Jabar.

 

“Besar harapan kita, OJK bersama BI melakukan upaya edukasi yang lebih giat. Khusus di Jawa Barat, kita semua akan terus menggelar pendidikan perbankan kepada masyarakat,” imbuh Heryawan. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.