Home » Bandung Raya » Elpiji Melejit, UMKM Terancam Gulung Tikar

Elpiji Melejit, UMKM Terancam Gulung Tikar

elpijiJABARTODAY.COM – BANDUNG
Memasuki awal 2014, masyarakat harus mengernyitkan dahi. Bagaimana tidak, tanpa terduga, harga jual elpiji 12 kilogram naik drastis.
 
Sejak beberapa hari terakhir, harga jual komoditi yang paling dibutuhkan kalangan rumah tangga tersebut, termasuk sebagian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp 120 ribu per tabung. Bahkan, ada pula yang harga jualnya Rp 150 ribu per tabung. Padahal, normalnya, harga jual elpiji 12 kilogram sekitar 80 ribu per tabung.
 
Tentu saja, situasi itu menimbulkan beragam komentar dan kekhawatiran. Seperti yang diutarakan Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Bandung, Deden Y Hidayat. Menurut pria berusia 56 tahun itu, kenaikan harga jual elpiji tersebut dapat menjadi sebuah pukulan cukup telak bagi para pelaku usaha, utamanya, skala UMKM.
 
“Jelas. Kenaikan yang tanpa terduga itu sangat memberatkan. Soalnya, biaya operasional, utamanya, para pelaku usaha yang bergerak dalam bidang makanan, seperti hotel, restoran, kafe, dan sebagainya, meningkat,” ujar Deden, di Bandug, Jumat (3/1/2014).
 
Menurutnya, beban operasional para pelaku usaha, termasuk UMKM, makin berat karena adanya beberapa komponen yang juga meningkat. Diantaranya, sebut dia, upah minimum kabupaten/kota (UMK). Secara otomatis, ulang Deden, biaya operasional para pelaku usaha pun terdongkrak.
 
Situasi ini, lanjut Deden, dapat membuat daya saing para pelaku UMKM di Jawa Barat, khususnya, Kota Bandung dapat merosot. Penyebabnya, kenaikan beberapa komponen itu dapat memicu naiknya harga jual kepada konsumen. “Jika harga jual naik, tentunya, ini membuat daya beli masyarakat melemah. Apabila sudah melemah, barang sulit terjual. Sisi lain, pelaku usaha harus mengeluarkan biaya operasional yang cukup tinggi,” paparnya.
 
Tentunya, sahut Deden, kondisi yang berkembang tersebut menjadi sebuah ancaman serius bagi dunia usaha, tidak terkecuali UMKM. Karenanya, Deden berharap pemerintah melakukan upaya-upaya kongkrit untuk menyikapi hal ini. “Apabila tidak, ada kemungkinan, kebangkrutan mengancam para pelaku usaha, termasuk UMKM,” ungkap Deden. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.