Home » Ekonomi » Strutur Kuat, Aset Perbankan Capai Rp 4 Triliun

Strutur Kuat, Aset Perbankan Capai Rp 4 Triliun

Bank IndonesiaJABARTODAY.COM – BANDUNG
Perkembangan global yang terjadi pada 2013, cukup berpengaruh pada kondisi ekonomi nasional. Karenanya, tidak heran, apabila sejumlah kalangan, termasuk dunia perbankan memprediksi, bahwa tahun ini, tantangan ekonomi nasional masih cukup berat.
 
Perkiraannya, pertumbuhan perbankan, baik konvensional maupun yang berbasis syariah, sedikit mengalami perlambatan jika perbandingannya dengan tahun lalu. Namun, Gubernur Bank Indonesia Agus D Martowardojo menyatakan, peluang perbankan untuk tumbuh tetap terbuka. Dasarnya, struktur perbankan nasional masih kuat.
 
Dalam sambutannya pada Serah Terima Fungsi Pengaturan dan Pengawasan Bank dari Bank Indonesia kepada Otoritas Jasa Keuangan di Kantor Wilayah VI Jabar-Banten, Jalan Braga Bandung, belum lama ini, Agus  mengemukakan, kuatnya struktur perbankan nasional terlihat pada Capital Adequated Ratio (CAR) atau rasion kecukupan modal, sebesar 18 persen.
 
Total aset perbankan selama beberapa tahun terakhir sampai Oktober 2013, pun, sambungnya, terus menunjukkan pertumbuhan positif. Selama kurun itu, katanya, aset perbankan konvensional naik 300 persen. Kini, nilainya mencapai Rp 4.582 triliun.
 
Tren positif pun diperlihatkan perbankan syariah. Menurutnya, aset perbankan syariah, hingga periode yang sama, nilainya Rp 220,56 triliun. Beberapa tahun sebelumnya, aset perbankan syariah sebesar Rp 49,56 triliun.
 
Seiring dengan pengalihan fungsi pengawasan, perizinan, dan mikro perbankan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kepala OJK Regional 2 Jabar, Anggar Budhi Nuraini, menuturkan, di wilayahnya, pihaknya melakukan pengawasan terhadap 7 kantor pusat bank umum di Jabar. “Itu terdiri atas 394 unit kantor cabang dan 305 unit Bank Perkreditan Rakyat (BPR),” katanya.
 
Di Jabar, sambung Anggar, aset perbankan, secara umum, juga menunjukkan hal yang positif. Sejauh ini, sebutnya, total asset perbankan di Jabar mencapai Rp 387,7 triliun. (VIL)

Komentar

komentar