Home » Ekonomi » Masa Pemilu, BJB Tidak Ingin Terintervensi

Masa Pemilu, BJB Tidak Ingin Terintervensi

Direktur Utama bank bjb, Bien Subiantoro.

Direktur Utama bank bjb, Bien Subiantoro.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Tahun depan, di negara ini, berlangsung pesta demokrasi, yaitu Pemilihan Legislatif (Pileg), pada April 2014, dan Pemilihan Presiden (Pilpres) beberapa bulan berikutnya. Tentunya, agenda politik itu dapat cukup berpengaruh pada sektor perbankan, termasuk yang merupakan lembaga BUMD.

 
Sepertinya, banyak anggapan bahwa lembaga-lembaga perbankan milik BUMD menjadi komoditi politik. “Anggapan itu memang ada. Contohnya, ketika Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar. Banyak yang menganggap kami menjadi bagian komoditi politik. Pemberitaan mengenai hal itu pun mencuat. Tapi, biarlah time will tell (waktu yang berbicara) bahwa semuanya tidak benar.” ujar Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten alias bank bjb, Bien Subiantoro, di Bandung, Jumat (27/12).
 
Menurutnya, politik menjadi sebuah kendala, bahkan mungkin ancaman bagi pihaknya yang dapat mempengaruhi kinerja bisnis pada tahun depan.  Melihat kondisi itu, Bien menyatakan, pihaknya tetap mewaspadai hal tersebut.
 
Bien mengaku, bahwa perbankan yang dinahkodainya itu merupakan lembaga BUMD, yang notabene pemilik saham terbesar merupakan pemerintah daerah. Namun, jelas Bien, bank bjb merupakan sebuah perusahaan yang sudah melakukan IPO (Initial Public Offerring) atau penawaran saham perdana kepada publik. Artinya, jelas Bien, bank bjb merupakan perusahaan terbuka.
 
“Jika sudah bersifat terbuka, tentunya, kami memiliki tanggung jawab besar. Diantaranya, harus transparan kepada seluruh pemegang saham, tidak hanya pemerintah, tapi juga publik yang menjadi investor kami,” papar Bien.
 
Jika  demikian, sambung Bien, secara otomatis, pihaknya wajib mengedepankan profesionalisme. “Perusahaan kami bergerak pada bidang pelayanan dan jasa keuangan. Otomatis, sikap profesionalisme harus tinggi,” sahut mantan petinggi salah satu lembaga perbankan BUMN tersebut.
 
Bien melanjutkan, dasar sikap profesionalisme yang tinggi itulah yang membuat pihaknya bertekad untuk tetap fokus pada bagaimana meningkatkan kinerja pada tahun depan, yang merupakan tahun politik. “Kami tidak ingin ada intervensi politik saat agenda pileg dan pilpres pada tahun depan,” tandasnya. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.