Home » Bandung Raya » Terbantu Imbauan, Pedagang Iket Ketiban Untung

Terbantu Imbauan, Pedagang Iket Ketiban Untung

Salah satu pedagang iket di Masjid Pusdai Bandung sedang menjajakan barangnya, Kamis (26/12). Imbauan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk menggunakan iket tiap hari Rabu membuat omzet mereka meningkat. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Salah satu pedagang iket di Masjid Pusdai Bandung sedang menjajakan barangnya, Kamis (26/12). Imbauan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk menggunakan iket tiap hari Rabu membuat omzet mereka meningkat. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Sejak Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung dan juga siswa sekolah untuk menggunakan iket Sunda setiap hari Rabu, makin menjamur para pedagang busana khas Pasundan tersebut.

Di beberapa pinggir jalan Kota Bandung, seperti di depan Museum Geologi, berjajar para pedagang iket, salah satunya Rohman (40). Ia sendiri sudah berdagang iket sejak dulu, hanya saja belum se-booming kini. Rohman tak menampik, imbauan Wali Kota Bandung sungguh membantu usahanya. “Sangat membantu. Dulu ada, tapi cuma komunitas atau penggemar saja,” ujarnya saat ditemui, Kamis (26/12).

Ia mengaku, penghasilannya saat ini lebih tinggi sebelum ada imbauan tersebut. Dikarenakan, banyak orang tua dan juga PNS yang membeli barang dagangannya yang dibandrol Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu tersebut. Meski tidak tentu, Rohman berucap, bisa mendapatkan pemasukan Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu perharinya. “Kadang sepi juga. Tapi, tiap bulan Rp 500 ribu bersih lah,” katanya.

Hal serupa juga dituturkan Didin Iket (36), pedagang iket di Masjid Pusdai, bahwa imbauan RK soal penggunaan iket sangat mendukung usahanya. Banyak PNS, pegawai swasta hingga anak sekolah yang membeli dagangannya. Apalagi ketika hari Rabu tiba, semakin mengalir para pembeli tutup kepala khas Parahyangan tersebut.

Didin menjajakan barangnya dari Rp 15 ribu hingga Rp 50 ribu dan seluruhnya hasil produksi sendiri. Hanya saja, barang yang dijual dirinya adalah milik orang lain. Namun, soal untung, Didin tidak menutupi-nutupinya. “Dalam sehari bisa Rp 100 ribu ampe Rp 150 ribu lah. Sebulan sekitar 3 jutaan lah,” ungkap pria bertubuh gemuk itu.

Masih banyak pedagang iket, terutama di kawasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga Pemkot Bandung, yang menjajakan barangnya. Dan sebagian dari mereka tidak menepis, bahwa imbauan dari Wali Kota Bandung sangat membantu dalam berjalannya usaha. (VIL)

Komentar

komentar