Home » Bandung Raya » Ini Komoditi Yang Merangkak Naik Jelang Natal dan Tahun Baru

Ini Komoditi Yang Merangkak Naik Jelang Natal dan Tahun Baru

ritelJABARTODAY.COM – BANDUNG

Pada momen-momen tertentu, kerap terjadi kenaikan harga jual sejumlah komoditi. Adalah daging ayam yang menjadi salah satu komoditinya. Ketua Divisi Perunggasan DPD Persatuan Pedagang dan Pasar Tradisional Jawa Barat Yoyo Sutarya mengakui bahwa sejak beberapa hari terakhir, harga jual daging ayam pada sejumlah pasar tradisional mengalami peningkatan.

 

Menurutnya, hal itu terjadi seiring dengan adanya momen Natal dan Tahun Baru. Dikatakan, pada momen itu, terjadi kenaikan permintaan. Naiknya permintaan itu mendorong terciptanya kenaikan harga jual.
 
Saat ini, sebut Yoyo, harga jual daging ayam rata-rata Rp 26.000 per kilogram. Sebelumnya, harga jual komoditi tersebut berada pada level Rp 22.000-24.000 per kilogram.

 

Meski terjadi peningkatan, Yoyo menegaskan, sejauh ini, pasokan masih normal. Selain itu, imbuh dia, naiknya harga jual daging ayam pun masih belum menimbulkan keresahan, baik dirasakan para pedagang maupun konsumen. Pasalnya, jelas dia, kenaikannya masih dalam ambang normal.

 

Terpisah, Sekretaris DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Jawa Barat Henri Hendarta menuturkan, bahwa sejumlah harga jual komoditi, khususnya, hasil pertanian, mengalami kenaikan. “Itu karena selain permintaan naik, juga dipengaruhi cuaca,” sebutnya.

 

Adapun komoditi agro yang harga jualnya naik, ungkap Henri, antara lain, semangka, yang semula Rp 3.850 per kilogram menjadi Rp 4.650 per kilogram. Lalu, melon yang awalnya Rp 7.250 per kilogram menjadi Rp 9.650 per kilogram. Berikutnya, cabai rawit merah yang sebelumnya Rp 49.200 per kilogram menjadi Rp 53.800 per kilogram. “Termasuk cabai keriting merah, yang tadinya Rp 39.900 per kilogram menjadi Rp 41.500 per kilogram dan tomat yang awalnya Rp 7.950 per kilogram menjadi Rp 10.950 per kilogram,” paparnya.

 

Mengenai penjualan peritel secara umum menjelang Natal 2013 dan Tahun Baru 2014, Henri mengutarakan, pihaknya memprediksi terjadi peningkatan 20%. Kenaikan itu, lanjutnya, terjadi pada seluruh komoditi. “Seperti pakaian, makanan-minuman kemasan, dan sebagainya,” sahut Henri.

 

Secara otomatis, sahut dia, pihaknya berharap nilai omzet para peritel pada dua momen tersebut pun turut naik. “Jika penjualan naik 20 persen, ya otomatis, omzet pun kami harap mengalami kenaikan yang sama,” tutup Henri. (VIL)

Komentar

komentar