Home » Ekonomi » Kembangkan Pertanian Kota, Sampah Bernilai Ekonomi

Kembangkan Pertanian Kota, Sampah Bernilai Ekonomi

Tempat SampahJABARTODAY.COM – BANDUNG

Setiap harinya, beribu-ribu ton sampah dihasilkan berbagai kalangan, mulai rumah tangga, sampai industri. Sejauh ini, sepertinya, masih banyak kalangan yang belum mengetahui bahwa sebenarnya, sampah memiliki manfaat lain.

“Sebetulnya, sampah punya manfaat lain. Bahkan, sampah pun punya nilai ekonomi,” ujar Prof. Dr. Maman Haeruman, Ketua Tim Kelompok Kerja Dewan Pengembangan Ekonomi Bidang Pertanian pada Seminar Pengembangan Pertanian Perkotaan di Kota Bandung, di Graha Kadin Kota Bandung, Selasa (17/12).

Menurutnya, pada dasarnya, jika melalui proses pengolahan, sampah dapat bermanfaat besar. Sebagai contoh, untuk sektor pertanian, sampah dapat menjadi pupuk non-kimia. Terlebih, sambung dia, jika secara benar, hasil pertanian yang dipupuki oleh pupuk non-kimia pengolahan sampah, memiliki kualitas yang baik.

Berkenaan dengan pertanian, hingga kini, masih cukup banyak permasalahannya, apalagi di kota besar, seperti Kota Bandung, tidak hanya dalam hal pupuk. tetapi juga ketersediaan lahan. Namun, sebenarnya, untuk permasalahan lahan dapat tersiasati. Misalnya, jelas dia, memaksimalkan lahan yang tersedia.

Melihat kondisi itu, Maman berpendapat, ada beberapa sasaran lokasi untuk mengembangkan pertanian perkotaan. Target lokasinya, sebut dia, yaitu lahan milik pemerintah, warga, pekarangan rumah, dan halaman sekolah.

Pasalnya, terang dia, di kota-kota besar, seperti Kota Bandung, areal pertanian yang berbasis lahan sulit dikembangkan. Untuk itu, sasaran pertanian kota terbatas pada beberapa segmen, yaitu kelompok wanita tani, PKK, Karang Taruna, dan masyarakat berpendidikan.

Ada beberapa komoditi pertanian yang cukup tepat untuk pengembangan lahan pertanian di kota-kota besar, termasuk Bandung. Antara lain, tanaman hias, semisal anggrek. Lalu, tanaman warung hidup seperti buah-buahan, semisal rambutan, mangga, sawo, dan sebagainya. “Selain itu, juga tanaman apotek hidup. Misalnya, jahe, kencur, kunyit, sirih, dan beberapa lainnya,” tutur Maman.

Tidak itu saja, lahan pertanian yang terbatas  pun dapat termanfaatkan oleh tanaman peneduh, seperti flamboyan dan tanjung. Juga dapat termanfaatkan sebagai hutan kota. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.