Home » Ekonomi » 2014, BNP Siap Naikkan Kredit

2014, BNP Siap Naikkan Kredit

Pegawai Bank BNP menyambut nasabah mereka. (ISTIMEWA)

Pegawai Bank BNP menyambut nasabah mereka. (ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Dalam dunia perbankan, penyaluran kredit menjadi unsur penting dalam meningkatkan kinerja bisnis. Namun, seiring dengan terjadinya perkembangan ekonomi makro, Bank Indonesia meminta lembaga-lembaga perbankan untuk tidak terlalu agresif dalam menyalurkan skema pembiayaannya.

“Benar. BI memang menganjurkannya seperti itu sehubungan dengan perkembangan ekonomi makro,” ujar Budi T Halim, Direktur Bisnis PT Bank Nusantara Parahyangan (BNP) Tbk. usai kerjasama dengan Universitas Parahyangan (Unpar) dalam merintis Sustainable Corporate Social Responsibility di Gedung 9 Unpar, Selasa (10/12) malam.

Adanya anjuran itu, lanjut Budi, pihaknya pun tidak terlalu agresif dalam menyalurkan kredit pada tahun depan. “Tahun ini pun, kami sedikit koreksi pertumbuhan kredit, yang semula 20-22 persen, menjadi 17-20 persen,” ungkapnya.

Meski begitu, sambungnya, pada 2014, pihaknya tetap menargetkan terciptanya pertumbuhan likuiditas kredit. Tahun depan, pihaknya memproyeksikan pertumbuhan kredit sekitar 12% lebih tinggi daripada tahun ini.“Realisasi kredit kami hingga November tahun ini, sekitar Rp 6,8 triliun. Sampai akhir tahun, proyeksi kami setelah sedikit terkoreksi, menjadi Rp 6,9 triliun. Tahun depan, kami memproyeksikan penyaluran kredit senilai Rp 7,73 triliun,” paparnya.

Berkenaan dengan kredit bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), selama tahun ini, ujarnya, penyaluran kredit mikro mengambil porsi 50% total kredit. Tahun depan pun, tegas Budi, BNP tetap memiliki perhatian untuk kepada sektor UMKM.

Secara umum, pada 2014, BNP melihat perkembangan hingga akhir semester I. Prediksinya, kata Budi, kondisi ekonomi nasional mulai kembali membaik memasuki semester II 2014.

Mengenai Sustainability CSR, Budi menjelaskan, ini merupakan program untuk mengembangkan para pelaku UMKM, utamanya, yang berlokas di sekitar Unpar. “Kami tidak ingin memberikan bantuan berupa dana, tetapi program yang berkelanjutan. Kami kira, ini dapat lebih bermafaat,” pungkasnya. (VIL)

Komentar

komentar