Home » Ekonomi » Akhir Tahun, Ditjen Pajak Targetkan Pemasukan Rp 1,1 T

Akhir Tahun, Ditjen Pajak Targetkan Pemasukan Rp 1,1 T

Direktur Jenderal Pajak, Fuad Rahmany. (www.pajak.go.id)

Direktur Jenderal Pajak, Fuad Rahmany. (www.pajak.go.id)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Di negara mana pun, pajak menjadi salah satu sumber pemasukan. Begitu pula di Indonesia. Namun, sejauh ini perolehan pajak di Tanah Air masih tergolong rendah.

Menurut Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany, di Indonesia, sejauh ini, terdapat sekitar 110 juta orang yang memiliki pekerjaan. Sekitar 60 juta diantaranya, merupakan wajib pajak. “Tapi, sampai saat ini, puluhan juta pekerja masih belum memenuhi kewajibannya membayar pajak. Jumlahnya, sekitar 35 juta orang,” ujar Fuad dalam Sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 dan Fasilitas Pembayaran Pajak Melalui ATM di Harris Hotel, Selasa (10/12).

Fuad mengatakan, selain wajib pajak yang bersifat individual, di Indonesia, juga masih banyak perusahaan formal yang belum memenuhi kewajibannya membayar pajak. Di negara ini, sambungnya, terdapat sekitar 5 juta perusahaan. Sayangnya, kata Fuad, jumlah perusahaan yang sudah memenuhi kewajibannya membayar pajak baru sekitar 500 ribu perusahaan atau sekitar 10 persennya.

Dia menilai, situasi itu terjadi bukan tanpa alasan. Fuad menilai, masih banyaknya wajib pajak, baik individu maupun perusahaanyang belum membayar pajak terjadi karena masih rendahnya kesadaran para wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya tersebut.

Melihat kondisi itu, sambungnya, pihaknya melakukan  berbagai upaya untuk meningkatkan perolehan pajak. Diantaranya, menggandeng lembaga-lembaga perbankan, seperti Bank Central Asia (BCA), PT Bank Negara Indonesia (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan PT Bank Mandiri Tbk.

“Kerja sama itu dalam  bentuk kemudahan bertransaksi pembayaran pajak. Dalam kerja sama itu, para wajib pajak, termasuk skala UKM (usaha kecil dan menengah) dapat membayar pajak melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri),” paparnya.

Fuad menyebut, secara total, perolehan pajak nasional tahun 2012 sekitar Rp 1.000 triliun. Namun, kata dia, perolehan itu belum cukup untuk menopang biaya pembangunan nasional. Itu karena, jelasnya, pemanfaatan pajak, sebagai contoh, untuk subsidi bahan bakar minyak sekitar Rp 300  miliar.

Tahun ini, lanjutnya, pihaknya memproyeksikan perolehan pajak yang lebih tinggi dari tahun lalu, yakni mencapai Rp 1.148 triliun. Salah satu upaya untuk menggenjot perolehan pajak yaitu melalui sektor UKM. “Landasannya yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2013 tentang PPh (Pajak Penghasilan) sebesar 1 persen final,” ungkapnya.

Khusus UKM, Fuad menuturkan, kendati relatif lebih kecil daripada total perolehan pajak tahun lalu, pihaknya menargetkan perolehan pajak sektor tersebut sekitar Rp 1-2 triliun. Dia menilai, pemberlakuan pajak bagi sektor UKM didasari oleh rasa keadailan bagi seluruh wajib pajak di Indonesia.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jabar I, Adjat Djatnika, mengakui bahwa perolehan pajak UKM masih kecil jika perbandingannya dengan total perolehan pajaknya. Selama Januari-November 2013, perolehan pajak di wilayah kerjanya Bandung Raya, Kabupaten Ciamis, Kota-Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, baru mencapai 83 persen target. “Tahun ini, proyeksi perolehan pajak mencapai  Rp 17,4 triliun atau lebih tinggi 20 persen daripada pencapaian 2012, yang nilainya sekitar Rp 15 triliun. Kami optimis dapat merealisasikannya hingga akhir tahun ini,” urainya.

 

Sejak PP 46/2013 tentang PPh bagi sektor UKM berlaku pada Juli 2013, ditambahkan Adjat, di wilayah kerjanya, yang mencakup hingga November 2013, perolehan pajak UKM mencapai sekitar Rp 18 miliar. Angka itu masih relatif kecil jika perbandingannya dengan potensinya.

 

Di Bandung sendiri, UKM yang telah tersentuh pajak, diantaranya, bergerak pada sektor perdagangan. Antara lain, para pedagang Pasar Baru Bandung, Pasar Caringin, Bandung Electronic Center, ritel modern (mal). “Sebagian lainnya, berupakan sektor kerajinan dan industri pengolahan,” tutupnya. (VIL)

Komentar

komentar