Home » Ekonomi » Jelang Natal-Tahun Baru, PT KAI Tambah Rangkaian

Jelang Natal-Tahun Baru, PT KAI Tambah Rangkaian

PT Kereta Api Indonesia (Persero)

PT Kereta Api Indonesia (Persero)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Biasanya, pada momen-momen tertentu, dunia transportasi dan angkutan, termasuk kereta api, mengalami peningkatan okupansi. Prediksinya, hal itu pun dialami PT Kereta Api Indonesia pada momen Natal 2013 dan Tahun Baru 2014.

“Benar, biasanya, pada Natal dan Tahun Baru, okupansi penumpang mengalami peningkatan. Karenanya, kami melakukan sejumlah persiapan,” tukas Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional II Bandung, Jaka Jarkasih, Senin (9/12).

 

         
Dijelaskan, salah satu persiapannya, pihaknya siap melakukan penambahan rangkaian. Adalah KA Argo Parahyangan, sebut dia, yang mengalami penambahan rangkaian. “Normalnya, KA itu terdiri atas 5-6 gerbong. Adanya momen Natal dan Tahun Baru, kami berencana melakukan penambahan gerbong menjadi sekitar 7 unit untuk setiap rangkaiannya,” sambung Jaka.

 

         
Selain penambahan rangkaian, tambah Jaka, pihaknya pun meningkatkan pengawasan lebih intensif pada seluruh sarana penunjang, termasuk jalur. Satu di antaranya, ungkap dia, memonitor pada jalur-jalur yang tergolong rawan, baik longsor maupun banjir.

 

Jalur-jalur itu, sebut Jaka, tersebar di beberapa titik, tidak hanya pada arah barat, tetapi juga timur. Titik rawan pergerakan tanah pada jalur barat, ucapnya, antara lain berlokasi Stasiun Purwakarta-Ciganea, Ciganea-Sukatani, Sukatani-Plered, Rendeh-Maswati, Cilame-Padalarang. “Wilayah timur, terdapat di Stasiun Nagreg-Lebakjero, Kebakjero-Leles, Karangsari-Cibatu, Warungbandrek-Bumiwaluya,” ujarnya.

Berbicara tentang tiket untuk momen Natal 2013 dan Tahun Baru 2014, Jaka menyatakan, sejauh ini, masih tersedia banyak. Pasalnya, jelas dia, hingga kini, tingkat okupansi seluruh rangkaian arah timur masih sekitar 60%.  “Tapi, tiket untuk jadwal keberangkatan pada 25 Desember 2013, sudah mencapai 90 persen. Sedangkan keberangkatan pada hari-hari lainnya masih sekitar 60 persen,” tandasnya. (VIL)

Komentar

komentar