Ada Monorel, Angkot Tak Akan Mati

Angkutan kota yang mengetem di beberapa titik menjadi salah satu penyebab kemacetan Kota Bandung. Menurut pengamat transportasi ITB, Ofyar Z. Tamin, angkot dapat menjadi pemecah masalah kemacetan. (ISTIMEWA)
Angkutan kota yang mengetem di beberapa titik menjadi salah satu penyebab kemacetan Kota Bandung. Menurut pengamat transportasi ITB, Ofyar Z. Tamin, angkot dapat menjadi pemecah masalah kemacetan. (ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Semakin murahnya harga kendaraan membuat masyarakat semakin mudah memiliki kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor. Hal itu secara tidak langsung membuat angkutan umum kekurangan penumpang, terutamanya angkutan kota. Kurangnya penumpang menjadikan para supir mengambil penumpang di sembarang tempat yang ujungnya menimbulkan kemacetan.

Meski begitu, angkot tidak mengalami pertumbuhan sama sekali, bahkan tidak berkurang. Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Ricky Gustiadi, pembatasan angkot telah dilakukan pihaknya sejak lama. “Zero pertumbuhan. Jumlah angkot hanya 5521 dari 38 trayek,” ujar Ricky, saat dihubungi, Kamis (23/10/2014).

Disinggung kemacetan yang sering ditimbulkan para supir angkot, Ricky menyatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kesadaran berlalu lintas kepada mereka juga berkoordinasi dengan Kobanter dan Organda. Lagipula, dikatakan dirinya, pihaknya telah menyiapkan tempat untuk menaik-turunkan penumpang. “Semoga kesadaran hukumnya meningkat, agar menaik-turunkan penumpang di tempat yang sudah kami bangun,” ucap Ricky.

Terkait pembangunan monorel di Kota Bandung sebagai salah satu program mengurangi kepadatan lalu lintas yang rutenya melewati seluruh trayek angkot dan diisukan akan mematikan mata pencaharian supir angkot, Ricky membantah keras pendapat tersebut. Justru, pihaknya akan mengakomodir para supir angkot, seperti menempatkan mereka di blank spot atau jalur yang tak dilewati monorel. Termasuk juga menjadi angkutan umum di perumahan-perumahan. “Jadi (angkot) tidak akan termarjinalkan atau dimatikan. Hanya trayeknya saja yang kita rubah,” tukas Ricky. (VIL) 

Related posts