Home » Ekonomi » Rekening Debitur UMKM Capai 1,19 Juta

Rekening Debitur UMKM Capai 1,19 Juta

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar-Banten, Dian Ediana Rae.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar-Banten, Dian Ediana Rae.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Keberadaan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran dan arti besar dalam menopang laju pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk Jawa Barat. Di Jabar, sejauh ini, jumlah pelaku UMKM mencapai 8,73 juta. Angka itu berarti 99,9% dari total pelaku usaha.

“Kontribusinya (UMKM) pun besar, yaitu 57,8 persen bagi total pendapatan domestik regional bruto (PDRB) Jabar,” ujar Kepala Bank Indonesia Kantor Wilayah VI Jabar-Banten, Dian Ediana Rae, di sela-sela Priangan Expo Leather & Craft 2013 di BI Kantor Wilayah VI Jabar-Banten, Jumat (6/12).

Menurutnya, hal itu berefek positif pada kinerja perbankan, terutama likuiditas kredit yang cenderung terus bertumbuh. Disebutkan, pada Oktober 2013, kredit UMKM di Tatar Pasundan mencapai Rp 64,04 triliun tumbuh 21,6% lebih tinggi daripada Oktober 2012. Hal itu, lanjutnya, membuat pangsa pasar kredit UMKM di Jabar naik menjadi 27% total pembiayaan.

Penyaluran pembiayaan tertinggi, lanjut Dian, terdapat pada sektor tertier. Yaitu, jelas dia, aktivitas perdagangan. Persentasenya, sambung Dian, sebanyak 52,9%.

Melihat situasi tersebut, Dian menyatakan, sebaiknya lembaga-lembaga perbankan bagi para pelaku UMKM harus terus meningkatkan daya jangkauannya. Hal itu agar lebih memudahkan para pelaku UMKM memperoleh fasilitas pembiayaan sekaligus meningkatkan kinerja.

Saat ini, sebut Dian, debitur perbankan yang berstatus sebagai pelaku UMKM yang tentunya memiliki rekening cukup banyak. Jumlahnya, sebut dia, mencapai 1,19 juta rekening. “Segmen mikro yang tertinggi, yaitu 981 ribu rekening atau 83 persen,” ungkapnya.

Sayangnya, kata Dian, penyebaran pembiayaan UMKM masih belum terlalu merata dan masih terfokus di kota-kota besar. Misalnya, Kota Bandung, yang merupakan kredit tertinggi, yaitu Rp 19,98 triliun. “Kemudian, Bekasi Rp 5,62 triliun dan Bogor Rp 5,46 triliun,” ungkap Dian.

Berkenaan dengan kredit macet atau non-performing loans (NPL), Dian mengklaim, sejauh ini, masih tetap terjaga positif. Besarnya NPL kredit di Jabar hingga Triwulan III tahun ini, sebesar 4,17%. (VIL)

Komentar

komentar