Home » Ekonomi » Kadin Fokuskan Perhatian Pada Jabar Selatan

Kadin Fokuskan Perhatian Pada Jabar Selatan

Ketua Kadin JabarJABARTODAY.COM – BANDUNG

Potensi ekonomi yang besar dimiliki Jawa Barat, baik berupa sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Namun, sejauh ini, potensi-potensi itu belum teroptimalkan. Itu terlihat pada perkembangan wilayah di Tatar Pasundan. Sejauh ini, pembangunan lebih banyak berlangsung di wilayah Jabar bagian Tengah dan Barat.

Sebenarnya, Jabar bagian Timur dan Selatan pun memiliki potensi yang tidak kalah hebatnya oleh barat. “Timur dan selatan Jabar dapat menjadi kekuatan ekonomi. Pada masa mendatang, kami terus mendorong upaya-upaya pengembangan dunia usaha. Caranya, mengoptimalkan kawasan Jabar bagian Timur dan Selatan,” ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat, Agung Suryamal Soetisno, di sebuah rumah makan di Bandung, Senin (2/12).

Menurutnya, wilayah timur Jabar merupakan sebuah titik yang cukup tepat untuk pengembangan kawasan industri. Misalnya, kata Agung, wilayah Ciayumajakuning (Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan). Terlebih, sambungnya, di wilayah tersebut, Jabar terus berusaha merealisasikan rencana pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati Aerocity.

Sedangkan wilayah selatan, lanjutnya, juga merupakan kawasan potensial. Di wilayah selatan, Agung berpendapat, Jabar memiliki potensi yang belum teroptimalkan,  yaitu pada sektor pariwisata dan agrobisnis.

Dia menilai, sejauh ini, beberapa hal yang menjadi kendala di Jabar bagian selatan sehingga membuat potensi ekonomi belum teroptimalkan yaitu masih minimnya sarana infrastruktur. Ketersediaan sarana infrastruktur di Jabar bagian Selatan dapat menunjang laju pertumbuhan ekonomi.

Selain fokus pada pengembangan Jabar bagian timur dan Selatan, Kadin juga concern pada peningkatan kualitas SDM. Pasalnya, diterangkan Agung, pada ajang ASEAN Economic Community 2015, SDM menjadi salah satu unsur penting dalam percaturan dan persaingan ekonomi di negara-negara ASEAN.

Namun, aku Agung, dalam hal kompetensi SDM, pihaknya masih banyak pekerjaan yang belum tertuntaskan. Diantaranya, dalam hal sertifikasi pekerja profesi. “Untuk itu, kami terus mendorong dan meminta pemerintah daerah supaya kepengurusan BKSP (Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi) segera terbentuk. Ini dapat menunjang sertifikasi para pekerja profesi di Jabar sehingga dapat lebih berdaya saing dengan para tenaga kerja asing, utamanya, ASEAN, yang pada AEC 2015, tidak tertutup kemungkinan, berdatangan ke Jabar,” urai dia.  

Agung menambahkan, agar ekonomi Jabar lebih berkembang ketika AEC 2015, yang bagi dunia usaha merupakan sebuah tantangan, perlu adanya sinergitas antara berbagai unsur. “Yaitu, para pelaku usaha, akademisi, pemerintah, dan media,” pungkasnya. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.