Home » Ekonomi » Pelanggan PLN Lewati 9 Juta

Pelanggan PLN Lewati 9 Juta

PLNJABARTODAY.COM – BANDUNG

Untuk meningkatkan kinerjanya, PT PLN Distribusi Jawa Barat-Banten (DJBB) terus melakukan sejumlah rancangan dan upaya. Satu diantaranya, menggenjot elektrifikasi sekaligus optimalisasi pelayanannya kepada seluruh lapisan.

Menurut Supervisor Humas PT PLN DJBB Agus Yuswanta, elektrifikasi yang dilakukan lembaga BUMN tersebut, utamanya, di wilayah Jabar, terus menunjukkan tren positif. Hingga Oktober tahun ini, ucap Aguy, sapaan akrabnya, di tatar Pasundan, elektrifikasi mencapai 79,43%. “Itu berarti terjadi peningkatan 5 persen lebih tinggi daripada periode yang sama tahun lalu,” kata Aguy, Senin (25/11).

Diungkapkan, sebenarnya, angka elektrifikasi tersebut melewati proyeksi pada awal tahun ini. Agus mengemukakan, pada awal 2013, pihaknya memproyeksikan elektrifikasi sebanyak 77,4%.

Dijelaskan, hingga periode yang sama, di Jabar, jumlah pelanggan mencapai 9,6 juta pelanggan. Angka itu, jelas pria berkaca mata tersebut, didominasi kalangan rumah tangga. Jumlah pelanggan kalangan itu, ungkapnya, sebanyak 9,54 juta. Sedangkan sisanya, yaitu sekitar 63 ribu lainnya, merupakan kalangan pelanggan non-PT PLN.

         
Di wilayah kerjanya, Bogor menjadi wilayah yang elektrifikasinya tertinggi. Di wilayah itu, ucap Aguy, elektrifikasinya 99,41%. Jumlah pelanggan rumah tangga mencapai 246.368 pelanggan. “Lalu, ada Depok, yang elektrifikasinya 98,07%.  Jumlah pelanggan rumah tangga di Depok 466.000 pelanggan,” ujarnya.
         
Berikutnya, tambah Aguy, terdapat nama wilayah Bekasi. Elektrifikasi di salah satu kawasan industri Jabar itu sebesar 97,07 persen. Jumlah pelanggan rumah tangga di wilayah Bekasi sebesar 623.000 pelanggan. “Yang tergolong masih kecil, yaitu, Kabupaten Cianjur. Elektrifikasi di kabupaten itu sekitar 63,1 persen. Jumlah pelanggan rumah tangganya 396.000 pelanggan. Begitu juga Garut, yang elektrifikasinya 64,1 persen sementara jumlah pelanggan rumah tangganya 408.000 pelanggan,” papar Aguy.
         
Aguy mengakui bahwa sampai sekarang, beberapa daerah di Jabar masih belum dialiri listrik. Sebagai contoh, ujarnya, wilayah Garut dan Cianjur Selatan. Itu terjadi, jelasnya, karena tidak mudah untuk membangun jaringan listrik. “Medannya berat. Masyarakatnya pun tidak banyak dan tersebar. Tapi, kami tetap berupaya agar masyarakat di wilayah tersebut, yaitu Garut dan Cianjur Selatan serta beberapa titik lainnya, supaya dapat terlistriki,” urai Aguy.
         
Salah satu upayanya, kata Aguy, menggulirkan Mandiri Energi, yaitu program Corporate Social Responsibility. Melalui program itu, terang Aguy, harapannya, masyarakat di daerah-daerah yang sulit terjangkau dapat memperoleh dan menikmati fasilitas listrik, yaitu memanfaatkan energi alternatif. “Misalnya, biogas, mikrohidro, dan sejenisnya. Cara itu kami lakukan di Cidaun, Cianjur Selatan,” tutup Aguy. (VIL)

Komentar

komentar