Home » Ekonomi » BJB Khawatirkan Pembatasan Kredit Rumah Kedua

BJB Khawatirkan Pembatasan Kredit Rumah Kedua

Bank BJB

Bank BJB

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Beberapa waktu lalu, Bank Indonesia menerbitkan regulasi baru berkenaan dengan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) khusus bagi rumah ke-2 dan ke-3. Terbitnya Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 15/40/DKMP tertanggal 24 September 2013, membuat tidak sedikit lembaga perbankan yang cukup khawatir. Satu diantaranya, PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten atau bank bjb.

Direktur Konsumer bank bjb Arie Yulianto mengakui, bahwa terbitnya SE BI yang efektif berlaku 30 September 2013, membuat pihaknya khawatir. Pasalnya, peraturan itu berisi tentang pembatasan KPR bagi rumah ke-2 dan seterusnya.

Diutarakan, berdasarkan SE BI tersebut, penyaluran KPR bagi rumah ke-2 tipe 22-70 oleh setiap lembaga perbankan tidak boleh melebihi 70 persen harga rumah. “Untuk KPR bagi rumah ke-3 tipe yang sama, batas maksimal penyalurannya 60 persen harga jual rumah,” ujar Arie, Kamis (21/11).

Arie meneruskan, bagi rumah pertama tipe 70 atau lebih, maksimal kreditnya sebesar 70% harga jualnya. Untuk rumah ke-2 tipe yang sama, penyaluran KPR maksimalnya 60%. Sementara rumah ke-3 tipe yang sama, sebesar 50%.

Arie menjelaskan, dasar kekhawatiran seiring dengan terbitnya SE BI yang berlaku tidak hanya bagi perbankan konvensional, tetapi juga syariah, tersebut, yaitu dapat berefek pada kinerja likuiditas KPR pada tahun depan. “Tidak tertutup kemungkinan, kinerja KPR mengalami perlambatan. Perkiraannya, dapat mencapai 50 persen,” tuturnya.

Meski demikian, penyaluran KPR secara umum, sambungnya, hingga September 2013, lembaga perbankan milik BUMD Jabar-Banten tersebut mencatat pertumbuhan positif. Hingga periode itu, bank bjb sukses menumbuhkan KPR 188,7% lebih tinggi daripada periode yang sama tahun sebelumnya.“Benar. KPR memang menjadi salah satu produk andalan kami dalam meningkatkan kinerja perseroan. Sampai September tahun ini, total penyaluran KPR yang kami lakukan mencapai Rp 3,5 triliun,” sahut Arie.

Arie menjelaskan, kenaikan penyaluran KPR tersebut karena beberapa hal. Diantaranya, jelas dia, pihaknya memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Artinya, bank bjb memiliki SDM yang memang memahami perkembangan dan kondisi pasar. “Tidak hanya di Jabar dan Banten, tetapi juga provinsi lain,” jelas Arie.

Mengenai Non-Performing Loans (NPL) KPR, Direktur Utama bank bjb Bien Subiantoro menambahkan, sejauh ini, pihaknya dapat tetap menjaga pada level 3%. Pihaknya berharap dalam beberapa waktu mendatang, NPL KPR dapat turun. Itu dapat terjadi seiring dengan banyaknya kredit yang segera tuntas.

Berkenaan dengan naiknya BI Rate menjadi 7,5 persen, Bien mencetuskan, pihaknya memiliki beberapa rencana. Diantaranya, beber dia, berencana untuk menaikkan interest rate pengajuan kredit baru, termasuk KPR sebesar 0,75%. (VIL)

Komentar

komentar