Home » Ekonomi » Pembangunan Daya Saing Global Indonesia Perlu Jadi Prioritas

Pembangunan Daya Saing Global Indonesia Perlu Jadi Prioritas

Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Dr. Armida Silsiah Alisjahbana membuka Seminar “Daya Saing Ekonomi Nasional” di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis (14/11). (unpad.ac.id)

Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Dr. Armida Silsiah Alisjahbana membuka Seminar “Daya Saing Ekonomi Nasional” di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis (14/11). (unpad.ac.id)

JABARTODAY.COM – JAKARTA

Peringkat daya saing global Indonesia pada tahun 2013 dalam World Economic Forum meningkat dari urutan ke-50 menjadi ke-38. Kenaikan peringkat ini menjadi angin segar bagi Indonesia yang selama 3 tahun terakhir selalu menurun.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Keuangan Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE. mengungkapkan, daya saing tersebut terdiri atas beberapa komponen, seperti kelembagaan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, teknologi. Apabila peringkat 38 tersebut untuk setiap komponen daya saing, maka bisa jadi ada komponen yang peringkatnya naik ataupun menurun.

“Peningkatan peringkat daya saing tersebut terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat juga angka kemiskinan yang menurun. Namun, ada beberapa masalah yang dinilai belum bisa disolusikan,” ungkap Rina saat menjadi pembicara dalam Seminar “Daya Saing Ekonomi Nasional” di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis (14/11).

Masalah ketimpangan merupakan masalah yang dinilai belum bisa disolusikan walaupun daya saing Indonesia itu meningkat. Sehingga, Rina mengharapkan bahwa peningkatan daya saing masih menjadi prioritas Pembangunan Indonesia periode 2014–2018.

Lebih lanjut, Rina menerangkan, peningkatan daya saing sendiri bisa dilakukan berdasarkan sektor-sektor produksi utama, seperti pertanian, energi dan sumber daya alam, industri manufaktur, serta sektor jasa keuangan. Dalam hal tersebut, peningkatan daya saing berarti kemampuan setiap sektor dalam menghasilkan produksi atau nilai tambah. “Peningkatan daya saing itu tidak hanya dilihat dari satu sektor saja, tetapi harus dilihat dari berbagai dimensi. Dalam buku tersebut, semua dimensi akan kita coba kompromikan dan keluarlah solusi,” jelasnya.

Seminar sendiri digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI dan Unpad. Dihadiri langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Dr. Armida Silsiah Alisjahbana, seminar ini juga menghadirkan pembicara Dr. Prasetijono Widjojo, dan Dr. Three Kian Kwie. Seminar ditutup oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Dr. Sapta Nirwandar, yang juga Ketua Ikatan Alumni Unpad. (*/rls)

Komentar

komentar