Home » Ekonomi » Kawasan Timur Jadi Magnet Jabar

Kawasan Timur Jadi Magnet Jabar

Ina Primiana

istimewa

Seiring dengan perkembangan, Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang strategis. Itu ditopang oleh berbagai potensinya, baik geografis, sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), dan lainnya.Namun, sejauh ini, perkembangan Jabar lebih banyak terjadi di wilayah bagian barat dan tengah. Padahal, kawasan timur Tatar Pasundan pun memiliki potensi dan peluang besar dalam menunjang laju pertumbuhan ekonomi.

“Karenanya, Jabar perlu memiliki daerah yang dapat menjadi magnet dunia usaha. Saya kira, Jabar bagian timur, seperti Cirebon dan sekitarnya,harus dikembangkan,” ujar Jajat Priatna Parwita, Ketua Forum Ekonomi Jabar, pada acara Menghadapi AEC 2015 di Hotel Novotel, Kamis (14/11).

Menurutnya, Jabar bagian timur dapat menjadi ikon roda perekonomian. Jajat berpendapat, besarnya potensi yang dimiliki Jabar bagian timur seyogyanya dapat termanfaatkan secara optimal. “Itu perlu apalagi saat ASEAN Economic Community bergulir, persaingan perekonomian kian ketat,” lanjut Jajat.

Dia berpendapat, apabila Jabar bagian timur teroptimalkan, tentunya, daerah-daerah lain di Jabar, seperti wilayah tengah, dapat terkena imbas positifnya. Sebagai contoh, sebut dia, dalam hal pendistribusian dan logistik. Dari arah Jakarta, kata Jajat, jika melalui jalur darat, tentunya, melintasi wilayah tengah. “Imbasnya, ekonomi di wilayah tengah Jabar dapat semakin hidup. Ini memberi efek positif bagi roda ekonomi Jabar,” sahut Jajat.

Dewan Pakar FEJB, Ina Primiana, tidak membantah bahwa saat AEC bergulir, Jabar harus benar-benar siap menyikapi makin ketatnya persaingan. “Itu (persaingan) tidak hanya dalam hal produk, tetapi juga SDM (sumber daya manusia),” imbuh wanita berkerudung tersebut.

Sebenarnya, ucap Ina, dalam hal SDM, Jabar memilikinya. Jumlah penduduk yang banyak, yaitu 45,8 juta, dapat menjadi sebuah modal penting. Modal lainnya, sambung Ina, yaitu sekitar 50-60% unit usaha industri nasional berada di tatar Parahyangan.

Lalu, Jabar pun berkontribusi dalam hal areal lahan kawasan industri nasional. Sekitar 44,07% lahan industri nasional juga berlokasi di tanah Sunda. “Jabar pun merupakan jendela Indonesia. Dasarnya, 16 persen investasi non-migas nasional terdapat di Jabar,” imbuh Ina.

Jabar pun, lanjutnya, berkontribusi besar bagi PDB nasional, yaitu 13,91% pada 2012. Untuk manufaktur, sebut Ina, kontribusi Jabar sebesar 60%. Kemudian, investasi asing berkontribusi 34,6%.

“Produksi beras Jabar pun menyumbang 17,76 persen beras nasional. Selanjutnya, Jabar menjadi salah satu kontributor terbesar sebagai produsen komoditi ekspor nasional,  yang antara lain AS sebesar 18,4 persen serta Jepang 12,52 persen,” urai Ina. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.