Home » Ekonomi » Jamsostek Tegaskan Siap Jadi BPJS

Jamsostek Tegaskan Siap Jadi BPJS

Kepala Kantor Wilayah Pt Jamsostek Jawa Barat, Teguh Purwanto menerangkan soal peralihan perusahaannya menjadi lembaga penjamin sosial di Bogor, Sabtu (2/11). Teguh menegaskan Jamsostek siap menjadi badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Kepala Kantor Wilayah Pt Jamsostek Jawa Barat, Teguh Purwanto menerangkan soal peralihan perusahaannya menjadi lembaga penjamin sosial di Bogor, Sabtu (2/11). Teguh menegaskan Jamsostek siap menjadi badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BOGOR

Kesiapan PT Jamsostek (persero) menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ditegaskan oleh Kepala Kantor Wilayah PT Jamsostek Jawa Barat Teguh Purwanto. Menurutnya, Jamsostek terus melakukan berbagai upaya, termasuk meningkatkan kepesertaan.

“Peralihan data terus kami lakukan hingga 100 persen. Itu untuk memudahkan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada para pesertaa pasca kami menjadi BPJS. Tapi, operasional kami sebagai BPJS berlangsung utuh pada pertengahan 2015. Itu karena kami terus menyempurnakan berbagai program, satu di antaranya, program pensiun,” papar Teguh di Bogor, akhir pekan lalu.

Demi menyempurnakan kinerjanya menjelang BPJS, pihaknya pun mengadopsi sejumlah strategi yang dikembangkan di beberapa negara. Malaysia, misalnya, dalam hal pengembangan bench marking. Lalu, tambahnya, Filipina, dalam hal meningkatkan pola Good Corporate Government (GCG). “Berikutnya, Thailand, yang sukses dalam goal universal coverage. Termasuk Korea, yang berhasil memberikan perlindungan bagi para tenaga ekspatriat yang bekerja di negara ginseng itu,” urainya.

Berbicara tentang kinerja, Teguh mengutarakan, selama 5 tahun terakhir, di Jabar, jumlah klaim dana kelola PT Jamsostek yang untuk seluruh program, yaitu JHT, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK), dan Jaminan Kematian (JKM), hampir mencapai Rp 10 triliun. “Sekitar 78-80 persen merupakan JHT. Sisanya, JPK, JKK, dan JKM. Pun dengan iuran, mayoritas JHT, sekitar 80 persen,” tutupnya. (VIL)

Komentar

komentar