Home » Ekonomi » KCR Sektor Pertanian Masih Rendah

KCR Sektor Pertanian Masih Rendah

Kepala Dinas KUMKM Jabar, Anton Gustoni.

Kepala Dinas KUMKM Jabar, Anton Gustoni.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Untuk mendorong laju pertumbuhan sektor koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (KUMKM), Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggulirkan program dana bergulir berupa Kredit Cinta Rakyat (KCR) melalui PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten atau bank bjb. Sejauh ini, penyaluran dan penyerapan KCR terjadi pada berbagai sektor.

Akan tetapi, diantara sektor-sektor itu, penyerapan yang masih tergolong rendah terdapat pada pertanian. “Untuk pertanian, penyerapan KCR memang masih rendah. Jika perbandingannya dengan perdagangan, penyerapan KCR masih jauh lebih rendah,” uja Kepala Dinas KUMKM Jabar, Anton Gustoni, Selasa (29/10).

Anton mengatakan, penyerapan KCR yang hingga 30 September 2013 mencapai Rp 219,118 miliar dan total pengembaliannya mencapai Rp 66,237 miliar, pada sektor perdagangan mencapai 77,21 persen total penyaluran. Sedangkan penyerapan KCR, jumlah debiturnya mencapai 7.081 orang. Untuk pertanian, imbuh dia, baru mencapai 10,01 persen.

Berkaitan hal tersebut, untuk meningkatkan penyerapan KCR sektor pertanian, tukas Anton, selain sosialisasi kepada asosiasi atau organisasi profesi pertanian, juga perlu adanya sinergitas melalui sistem penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan di Jabar. (VIL)

Komentar

komentar