Home » Ekonomi » Rusia dan Polandia Kaji Investasi di Jabar

Rusia dan Polandia Kaji Investasi di Jabar

Kadin JabarJABARTODAY.COM – BANDUNG

Potensi yang dimiliki Jawa Barat memang berdaya tarik tinggi bagi para investor. Buktinya, hingga kini, banyak investor, baik pemodal asing juga nasional, yang menanamkan uangnya di Tatar Pasundan.

Beberapa negara yang berinvestasi di Jabar antara lain, negara-negara kawasan Asia, termasuk ASEAN, Eropa, dan Amerika Serikat. Yang terkini, dua negara Eropa Timur, Rusia-Polandia, memiliki keinginan dan rencana untuk berinvestasi di Jabar. “Intinya, Rusia dan Polandia menjajaki kerjasama yang lebih intens dengan Jabar,” tandas Ketua Kamar Dagang dan Industri Jabar, Agung Suryamal Soetisno, Sabtu (26/10).

 

Menurutnya, ada beberapa sektor yang siap dikerjasamakan kedua negara Eropa Timur itu dengan Jabar. Rusia, jelas Agung, siap menjalin kerjasama dalam bidang energi. Misalnya, jelas Agung, dalam hal geothermal atau panas bumi.

 

Selain itu, sambungnya, Rusia pun siap bekerjasama dalam bidang pendidikan. Bentuknya, sambung Agung, yaitu berupa penerapan dan alih teknologi.

 

Sedangkan dengan Polandia, dalam bidang perdagangan dan kesehatan. Menurut Agung, sejumlah produk Jabar berpeluang menembus pasar Polandia. Antara lain, komoditi tekstil dan produk tekstil (TPT) dan juga kerajinan tangan. Untuk kesehatan, lanjut Agung, Polandia berminat untuk menjajaki pembangunan infrastruktur sarana air bersih.

 

Berbicara tentang ada tidaknya rencana Rusia dan Polandia berinvestasi di Jabar, Ketua Komisi Tetap Kadin Jabar Bidang Perdagangan Luar Negeri, Yusuv Sukhyar, mengimbuhkan, keinginan dan rencana tersebut memang ada. Namun, jelas Yusuv, Rusia dan Polandia masih melakukan studi kelayakan dan penjajakan mengenai peluang pasar.

 

 “Tapi, kami mendorong mereka (Rusia-Polandia) supaya melakukan investasi padat karya atau membangun industri di Jabar. Saya kira, investasi padat karya dapat memberi efek positif, tidak hanya bagi Rusia dan Polandia, tetapi juga Jabar,” paparnya.

 

Misalnya, sahut Yusuv, Rusia berminat untuk menjalin kerjasama dalam membangun water treatment. “Yaitu sarana air bersih, tidak hanya di permukiman, tetapi juga titik-titik rawan bencana. Lainnya, teknologi dan permesinan pengolahan susu. Ini dapat bekerjasama dengan Koperasi Susu (KPBS),” urai Yusuv.
Contoh kerjasama lainnya, seperti diutarakan Yusuv, Polandia memerlukan low material asal Indonesia, yakni kelapa. “Ini adalah peluang-peluang yang dapat Jabar kerjasamakan dengan Rusia dan Polandia.” tutup Yusuv. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.