Home » Ekonomi » Mandiri Kurangi Likuiditas Kredit

Mandiri Kurangi Likuiditas Kredit

mandiriJABARTODAY.COM – BANDUNG

Putusan Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate merupakan sebuah langkah antisipasi menyikapi kondisi ekonomi terkini. Bahkan, untuk mengendalikan dan menjaga pertumbuhan ekonomi di 2014 yang diperkirakan masih cukup berat. Maka itu, BI mengimbau lembaga-lembaga perbankan untuk tidak memforsir penyaluran kreditnya.

Imbauan BI itu mendapat respon PT Bank Mandiri Tbk. Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Budi G Sadikin, membenarkan, bahwa pada 2014, pihaknya sedikit mengerem likuiditas kredit, utamanya, kredit konsumtif. “Imbauan BI, pertumbuhan penyaluran kredit tidak melebihi 20 persen. Tahun ini, pertumbuhan kredit kami masih sekitar 20 persen,” ujar Budi, usai Mandiri Edukasi Spirit Memakmurkan Negeri di Universitas Pasundan, Jalan Setiabudi Bandung, Kamis (24/10).

Budi meneruskan, adanya imbauan BI ditambah kondisi dan perkembangan ekonomi global, membuat jajarannya melakukan koreksi target kinerja. Sebenarnya, aku Budi, sejak Maret tahun ini, pihaknya memprediksikan, bahwa kondisi ekonomi global mengalami guncangan. “Karenanya, pada Juli 2013, kami melakukan perubahan strategi. Di antaranya, segera mengoreksi proyeksi pertumbuhan menjadi 19-20 persen. Pada awal 2013, proyeksi pertumbuhan kami sekitar 20-22 persen,” lanjutnya.

Tahun depan, ungkapnya, pihaknya pun tetap menahan likuiditas kredit. Upayanya, tutur Budi, menjaga pertumbuhan penyaluran kredit tidak melebihi 20 persen.Hal itu, tentunya cukup berefek pada kinerja lembaga perbankan BUMN tersebut pada tahun depan. Budi mengumpamakan, margin pun terpangkas sebagai akibat pengereman likuiditas kredit. “Interest rate (suku bunga) pun kami sesuaikan, utamanya, dana simpanan. Itu sebagai upaya untuk meningkatkan penghimpunan dana,” terangnya.

Menurutnya, perlambatan pertumbuhan memang menjadi sebuah strategi untuk melakukan normalisasi kondisi ekonomi. Diutarakan, ketika krisis global berlangsung, current account devisa berada pada posisi negatif. Karenanya, agar membuat current account kembali positif, perlu adanya berbagai langkah riil. Semisal, menggenjot ekspor dan menahan impor. 

Pada sisi lain, PT Bank Mandiri Tbk menyusun berbagai program sebagai bentuk komitmen tinggi lembaga perbankan BUMN itu untuk mengembangkan pendidikan di tanah air. Satu diantaranya, dalam bentuk Program Edukasi Mandiri. Budi menjelaskan, program itu berlangsung pada 210 sekolah dan 12 perguruan tinggi di seluruh wilayah tanah air. “Ini diikuti 31.500 pelajar SD, SMP, dan SMA. Sedangkan peserta perguruan tinggi sekitar 7.000 mahasiswa,” sahut Budi.

Di wilayah Bandung, ungkapnya, program tersebut diikuti 1.800 pelajar SD, SMP, dan SMA. Sementara jumlah mahasiswa yang mengikuti program tersebut mencapai 500 orang. “Kami pun melakukan pengadaan buku perpustakaan bagi 210 sekolah dan ke-12 perguruan tinggi tersebut. Nilai totalnya Rp 2,04 miliar,” imbuh Budi. (VIL)

Komentar

komentar