Home » Ekonomi » BI Jamin Stok Uang Layak Edar

BI Jamin Stok Uang Layak Edar

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar-Banten, Dian Ediana Rae.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar-Banten, Dian Ediana Rae.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Pada momen-momen tertentu, kerap terjadi peningkatan kebutuhan uang pecahan kecil. Namun, secara keseluruhan tingkat transaksi penukaran pecahan uang di Jawa Barat selama Januari-September tahun ini tergolong rendah.

Data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar-Banten menunjukkan, jika perbandingannya sampai dengan akhir 2012, selama Januari-September 2013, transkasi penukaran pecahan merosot 40% lebih.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar-Banten, Dian Ediana Rae, tidak membantah hal tersebut. Menurutnya, hingga September 2013, nominal penukaran uang sejumlah Rp 485 miliar. “Dominasinya, uang kertas, yaitu Rp 478 miliar. Sisanya, koin,” tandas Dian pada peluncuran Program Uang Bersih (Clean Money Policy) di Kantor Perwakilan BI Wilayah VI Jabar-Banten, Jalan Braga Bandung, Rabu (23/10).

Dian meneruskan, angka penukaran uang selama 9 bulan terakhir tahun ini jauh lebih kecil daripada total nilai penukaran selama tahun lalu. Pada 2012, sebutnya, penukaran uang mencapai Rp 750 miliar. Sebesar Rp 734 miliar diantaranya berupa uang kertas.

Karenanya, untuk meningkatkan penggunaan uang sekaligus penukaran pecahan, Dian menyatakan, pihaknya menggulirkan program Clean Money Policy (CMP). Dikatakan, program itu menjadi pilot project dan uji cobanya selama 1 tahun. Harapannya, program itu menjadi pendorong dan peningkatan akses penggunaan seluruh uang pecahan rupiah. Untuk itu, ungkapnya, guna memuluskan hal tersebut, pihaknya menggandeng 69 perbankan umum dan 40 unit bank perkreditan rakyat (BPR).

Mengenai ketersediaan uang di Jabar, Dian menegaskan, pihaknya menjamin bahwa stok uang layak edar di wilayah kerjanya. “Stok uang pecahan layak edar kami jamin,” tegas Dian.

Sementara itu, tentang outflow, Dian membeberkan, pada Januari-September 2013, nilainya Rp 26,82 triliun. Jumlah itu, lanjutnya, secara year to date, lebih tinggi 38,98%. Hingga akhir tahun lalu, tambahnya, outflow sebesar Rp 19,3 triliun. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.