Home » Ekonomi » Cegah Money Laundry, BI Akan Tingkatkan Pengawasan

Cegah Money Laundry, BI Akan Tingkatkan Pengawasan

cuci uangJABARTODAY.COM – BANDUNG

Untuk mengantisipasi terjadinya praktik money laundry atau pencucian uang, Bank Indonesia melakukan berbagai langkah, satu diantaranya, dengan melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan jasa keuangan, termasuk money changer.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar-Banten, Dian Ediana Rae, menyatakan, bahwa pihaknya siap memonitor lembaga-lembaga keuangan, termasuk non-perbankan, seperti money changer. “Pengawasan itu sebagai salah satu bentuk untuk meminimalisir upaya-upaya dan aksi kejahatan, seperti money laundry,” ucap Dian, di sela-sela kegiatan Indonesia Menabung 2013 di Gedung Sate, Minggu (13/10).

Upaya itu pun, sambung Dian, bertujuan untuk menyehatkan sistem transaksi keuangan yang lebih transparan. Ia meyakini, apabila sehat dan bersih, hal itu dapat meningkatkan kredibilitas sistem dan transaksi keuangan di negara ini.

BI, ditegaskan Dian, merespon secara positif rencana adanya peraturan yang melakukan pembatasan pembayaran dan transaksi secara tunai. Rencananya, pemerintah membatasi transaksi secara tunai hingga Rp 100 juta. “Jika terjadi transaksi Rp 100 juta lebih, hal itu melalui sistem transaksi keuangan atau secara non-tunai,” terangnya.

Skema pembatasan transaksi tunai dan non-tunai, sambung Dian, berlangsung juga di negara-negara lain, seperti Amerika Serikat atau negara Eropa lainnya. Hal itu, tuturnya, dapat mengantisipasi terjadinya transaksi yang mencurigakan. “Transaksi secara non-tunai merupakan sebuah langkah yang efektif untuk menangkal dan mencegah terjadiya money laundry,” ulang Dian.

Menurutnya, sistem transaksi non-tunai memang terus dikembangkan BI. Salah satu upayanya, ungkap dia, terus melakukan sosialisasi sekaligus mengajak seluruh kalangan supaya memiliki rekening. “Yaitu, melalui program nasional, Tabunganku. Harapannya, jumlah pemilik rekening terus bertambah,” tutup Dian. (VIL)

Komentar

komentar