Home » Ekonomi » Bank bjb Bidik TKI

Bank bjb Bidik TKI

Direktur Utama Bank bjb, Bien Subiantoro.

Direktur Utama Bank bjb, Bien Subiantoro.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Meningkatkan kinerja menjadi opsi utama yang dipilih PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk. Satu upaya yang ditempuh lembaga perbankan milik BUMD Jabar-Banten tersebut, yakni menjalin kerjasama.

Pada Rabu (8/10), bank bjb resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI. Bentuk kerjasama tersebut, yaitu berkenaan dengan jasa dan pelayanan perbankan bagi para tenaga kerja Indonesia. “Produk-produk kami dapat memberi nilai tambah dan kemudahan bagi para TKI. Jadi, kerjasama ini penting untuk meningkatkan kemitraan antara kami dan kementerian (nakertrans),” ujar Direktur Utama bank bjb, Bien Subiantoro.

Bien menjelaskan, kemitraan antara pihaknya dan Kemenakertrans mencakup sistem pelayanan perbankan. Misalnya, sebut Bien, fasilitas pinjaman, penyimpanan, pengelolaan dana, jasa pengiriman uang (remittance), penukaran uang, sosialisasi program perbankan, dan beberapa produk jasa lainnya.

Bien mengemukakan, pihaknya  menjalin kerjasama tersebut bukan tanpa dasar. Menurutnya, kerjasama ini didasari oleh adanya keprihatinan pihaknya terhadap para TKI. Mereka (TKI), kata Bien, memerlukan sistem pembiayaan. Satu diantaranya, peruntukannya bagi biaya pelatihan.

Sejauh ini, tutur Bien, sistem pembiayaan TKI lebih banyak oleh lembaga perbankan asing. Akan tetapi, suku bunga pembiayaan pelatihannya tergolong tinggi. “Sekitar 50 persen untuk 9 bulan,” imbuh Bien.

Bien mengungkap, untuk membantu meringankan para TKI, pihaknya siap mematok suku bunga yang terjangkau. Nilai pembiayaannya, cukup besar. “Yaitu, Rp 50-100 juta per orang,” singkatnya.

Bien berpendapat, pasar pasar TKI dapat meningkatkan kinerja positif pihaknya. Sejauh ini, yaitu selama semester I 2013, aset bank bjb mencapai Rp 73,4 triliun atau lebih tinggi 19,9 persen daripada periode yang sama tahun lalu. Kemudian, tambah Bien, total Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 55,1 triliun atau lebih besar 10,6 persen daripada paruh tahun 2012. “Pun dengan penyaluran kredit mencapai Rp 41,8 triliun atau tumbuh sebesar 33,9 persen lebih tinggi daripada Januari-Juni 2012. Termasuk laba bersih yang juga tumbuh 24,5 persen atau mencapai Rp 747 miliar,” urai Bien. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.