Home » Ekonomi » Kucurkan Rp 18 Triliun, Jabar Segera Miliki Monorel

Kucurkan Rp 18 Triliun, Jabar Segera Miliki Monorel

monorelJABARTODAY.COM – BANDUNG

Monorel Metropolitan Bandung Raya semakin kokoh pelaksanaannya. Hal ini ditandai oleh penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara perusahaan Indonesia dan China di hadapan presiden kedua negara, Susilo Bambang Yudhoyono dan Xi Jinping, di Jakarta, Kamis (3/10).

“Besok itu (penandatanganan) Memorandum of Agreement, jadi sudah perjanjian kerjasama. Penandatangannya di hadapan Presiden karena masuk kategori proyek nasional. Ini semakin memperkokoh pelaksanaan proyek,” ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dalam jumpa pers bersama Presiden Direktur PT Panghegar Group Cecep Rukmana di Bandung, Rabu (2/10).

Proyek Monorel Bandung Raya sepenuhnya dibiayai dan dilaksanakan oleh swasta. Dari Indonesia PT Sarana Infrastruktur Indonesia dan PT Jasa sarana –dinaungi PT Panghegar Group. Pihak swasta China, yakni China National Machinery Import & Export Corporation (CMC), salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara China.

Secara umum, kerjasama PT Panghegar Group dan CMC mencakup pembuatan perencanaan induk dan pelaksanaan sistem transportasi massal (Mass Rapid Transit, MRT) terintegrasi jangka panjang di kawasan Bandung Raya khususnya, dan Jabar secara umum.

Gubernur menjelaskan, pembangunan monorel di Kota Bandung dan beberapa kabupaten di sekitarnya (Bandung Raya) merupakan proyek awal yang tengah bergulir. “Bila tidak ada aral melintang, Insya Allah, groundbreaking berupa pemasangan tiang pancang dilaksanakan Juli 2014,” tegas Heryawan.

Presiden Direktur PT Panghegar Group, Cecep Rukmana, menambahkan, Proyek Monorel Metropolitan Bandung Raya sejalan dengan semangat kerjasama yang digelar dalam KTT APEC di Bali. “Forum APEC memang memberi ruang besar kepada dunia usaha dalam pembangunan ekonomi global,” ujar Cecep.

Dia menambahkan, kerjasama PT Panghegar Group dan CMC tahap demi tahap berjalan lancar. Diawali Joint Operation Agreement di Jakarta pada Agustus 2012, Letter of Intent di Beijing (Juni 2013), lalu MoU di Bandung (Juli 2013), yang segera berlanjut ke tahap MoA.

Proyek Monorel Metropolitan Bandung Raya, ungkap Cecep, menelan investasi sekitar Rp18 triliun, yang sepenuhnya disiapkan oleh CMC. Pembangunan infrastruktur transportasi massal ini dibagi lima fase yang ditaksir rampung pada 2025.

Kelima fase dimaksud yakni Stasiun Leuwi Panjang-Tanjung Sari (28,95 km), Stasiun Leuwi Panjang-Soreang (11,74 km), Dago-Pasirluyu (12,47 km), Kopo-Cililin (12,47 km), dan seksi Kopo-Cililin (24,67 km). (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.