Home » Ekonomi » Puluhan Pelaku UKM di Jabar Studi Banding ke Malaysia

Puluhan Pelaku UKM di Jabar Studi Banding ke Malaysia

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar berfoto bersama puluhan pelaku UKM yang akan terbang ke Malaysia, Rabu (2/10). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar berfoto bersama puluhan pelaku UKM yang akan terbang ke Malaysia, Rabu (2/10). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar melepas 35 pedagang usaha kecil menengah (UKM) di Jabar untuk melakukan studi banding ke sejumlah pasar di Malaysia guna mengetahui persaingan dan peluang pasar di luar negeri, Rabu (2/10).

“Pelaku UKM di Jabar harus mengetahui peluang mereka ke depan, terutama dalam menghadapi ASEAN Economic Community 2015, sehingga mereka siap untuk bersaing,” ujar Deddy di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Rabu pagi.

Keberangkatan para pedagang UKM sendiri difasilitasi oleh produsen minuman penyegar, PT Sinde Budi Sentosa, dengan destinasi ke sejumlah pasar tradisional di Kuala Lumpur dan sejumlah wilayah lainnya.

Kegiatan yang berlangsung 2-5 Oktober 2013 itu, ditambahkan Deddy, harus dimanfaatkan oleh para pedagang untuk belajar dan mengetahui cara para pelaku usaha Negeri Jiran dalam meningkatkan pelayanan. “Daya saing produk dan tenaga pemasaran mutlak diperlukan pada AEC nanti, perusahaan besar juga tidak akan ada apa-apanya tanpa dukungan pelaku UKM sebagai distributor dan ujung tombak pemasarannya,” kata Deddy.

Wagub menyebut, Jabar memiliki 7,8 juta UMKM dan 99,8% dari pelaku usaha tersebut berkontribusi cukup signifikan bagi PDB Jabar. Maka itu, ia menyambut baik apa yang dilakukan PT Sinde Budi Sentosa terhadap beberapa pelaku UKM di Jabar, terutama melalui kegiatan ini. “Ya, kalau bisa perusahaan lainnya juga ikut, tidak mesti sama. Seperti memperkuat jaringan dan UMKM,” imbau aktor senior tersebut.

Di tempat sama, Asisten Presiden Direktur PT Sinde Budi Sentosa, Jony Yuwono, mengungkapkan, pihaknya memberangkatkan 800 pedagang UKM dari sejumlah provinsi di Indonesia, tidak terkecuali Jabar. “Sebelumnya 600 UKM berstudi banding ke Thailand, sedangkan kali ini ke Malaysia yang memiliki rumpun budaya sama dengan Indonesia,”  ucap Jony.

Selain memetik pengalaman dari sesama pedagang, lanjut Jony, pedagang UKM Jabar juga bisa melihat peluang untuk memasarkan produk Indonesia di Malaysia. Ia menuturkan, pemerintah Malaysia mendukung melalui instansi kebudayaan dan pariwisata serta perdagangan setempat dan memberikan fasilitasi informasi yang diperlukan para pelaku UKM.

“Harapannya para UKM yang sedang berkembang ini mendapat pembelajaran yang bermanfaat dari negeri tetangga kita yang nantinya menjadi bekal untuk bersaing di Asean Economic Community 2015,” tandasnya. (VIL)

Komentar

komentar