Home » Ekonomi » Ratusan Perusahaan di Bandung dan Sumedang Siap Gabung BPJS

Ratusan Perusahaan di Bandung dan Sumedang Siap Gabung BPJS

BPJSJABARTODAY.COM – BANDUNG

Menjelang perubahan peran menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, PT Jamsostek terus melakukan persiapan. Selain sosialisasi, misalnya, dalam bentuk penyelenggaraan berbagai program, satu di antaranya, Medical Check Up (MCU).

 
“MCU, yang salah satunya kami lakukan di PT Five Star Textile Indonesia beberapa waktu lalu, merupakan salah satu program kami. tidak hanya berupa pemberian manfaat kepada para peserta, tetapi juga untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai rencana pembentukan BPJS Ketenagakerjaan,” tandas Kepala PT Jamsostek Cabang Majalaya, Achmad Gunawan, di tempat kerjanya, Jalan Soekarnohatta Bandung, Kamis (26/9).
 
Achmad menjelaskan, program MCU, yang mendapat respon positif, tidak hanya oleh perusahaan tersebut, tetapi juga beberapa pemerintah daerah, seperti Kabupaten Sumedang, itu, harapannya, dapat membuat masyarakat, utamanya, kalangan tenaga kerja, baik formal, maupun informal,  lebih memahami peran dan manfaat program-program PT Jamsostek.
 
Upaya itu pun, lanjutnya, juga sebagai sebuah strategi untuk menambah kepesertaan di wilayah kerjanya. Pihaknya, ungkap Achmad, menargetkan kepesertaan hingga akhir tahun sebanyak 128 perusahaan. “Target penambahan kepesertaan tenaga kerjanya, sekitar 53 ribu orang,” sebutnya.
 
Berkenaan dengan pengalihan kepesertaan PT Jamsostek menjadi BPJS, Achmad mengatakan, pihaknya siap. Di wilayah kerjanya, sebut dia, tercatat, terdapat sekitar 255 perusahaan yang siap menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
 
Sedangkan jumlah tenaga kerja yang siap menjadi peserta BPJS di wilayah kami mencapai 15.930 orang. Jumlah total tertanggungnya, sebanyak 39.430 jiwa. Itu mencakup 15.930 peserta tenaga kerja bersama anggota keluarganya,” papar Achmad.
 
Sementara itu, mengenai nilai klaim, Achmad mengutarakan, secara total, hingga Agustus tahun i ni, angkanya mencapai Rp 51.622.351.876,52. Klaim tertinggi terdapat pada program Jaminan Hari Tua (JHT). Nilai klaimnya, tukasnya, mencapai Rp 43.759.102.390,20. Lalu, diikuti Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK), yang pada 2014, ditangani BPJS Kesehatan, senilai Rp 4.947.289.073,61.
 
Selanjutnya, tambah Achmad, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Nilai klaimnya hingga Agustus 2013, sebesar Rp 1.948.160.412,71. “Untuk program Jaminan Kematian (JK), hingga periode yang sama, klaimnya Rp 967.800.000,” tutup Achmad. (VIL)

Komentar

komentar