Home » Ekonomi » Petani Masih Termarjinalkan

Petani Masih Termarjinalkan

DSC07485JABARTODAY.COM – BANDUNG

Ribuan massa yang berasal dari Koalisi Rakyat untuk Keadilan Agraria, yang terdiri dari Gabungan Elemen Mahasiswa, Persatuan Gerakan Petani Indonesia, dan Serikat Petani Pasundan menggerudug Gedung Sate Bandung pada Selasa (24/9). Mereka datang menggunakan berbagai kendaraan dari seluruh pelosok Jawa Barat.

Kedatangan mereka pada intinya untuk implementasi Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960, tanggal 24 September 1960. “Sebagai negara agraris, kita dikhianati. Pelaksanaan di lapangan, hanya menguntungkan pemodal besar. Petani kebanyakan, dimarjinalkan,” papar Koordinator Aksi, Safei Rusin, dalam orasinya.

Faktanya, ada 44 peraturan undang-undang di tingkat nasional tentang penataan agraria, namun saat diwujudkan pada kebijakan di daerah menjadi tidak karuan. “Mayoritas petani kecil diabaikan, akses ekonomi berorientasi kerakyatan selalu mampet. Pejabat di daerah orientasinya ke pengusaha besar , HGU dari BUMN dan Swasta. Ini menyakitkan kami,” imbuh Safei.

Sangat disayangkan, demo yang berlangsung marak hari itu, sempat merusakkan berbagai penataan “taman baru” di seputar  Jalan Diponegoro. ”Aduh, bagaimana ini, jadi kotor lagi sekitar lapangan Gasibu. Tanaman hiasan banyak yang rusak, PKL juga rame lagi,” keluh Novita (22), mahasiswi salah satu universitas negeri. (VIL) 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.