Home » Ekonomi » Bulan Ramadhan Hotel Tidak Laku

Bulan Ramadhan Hotel Tidak Laku

Ketua PHRI Jabar, Herman Muchtar. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Ketua PHRI Jabar, Herman Muchtar. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Di awal bulan suci Ramadhan ini, tingkat okupansi hotel di Jawa Barat mengalami penurunan sangat signifikan. Berdasarkan data yang dimiliki Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jawa Barat, rata-rata tingkat okupansi hotel di Jabar saat ini tidak lebih dari 15%, untuk Kota Bandung tidak lebih dari 25%. Hal ini diperkirakan akan terus terjadi hingga menjelang Idul Fitri mendatang.

“Hal ini sangat bertolak belakang dengan momen menjelang Bulan Ramadan yang tingkat okupansinya mencapai sekitar 47 persen untuk sejumlah hotel di Jabar. Adapun untuk Kota Bandung mencapai tingkat okupansi tidak kurang dari 70 persen,” kata Ketua PHRI Jabar, Herman Muchtar, di sela Acara Safari Ramadan 1434 Hijriyah di Hotel Hilton, Jumat (12/7).

Dirinya berharap, pada momen Idul Fitri hingga beberapa hari setelahnya, okupansi hotel bisa kembali terdongkrak, terutamanya bagi Kota Bandung, dan mencapai okupansi sebesar 90%. Herman mengimbuhkan, okupansi yang ideal bagi sebuah hotel adalah 60–70%dan hal tersebut belum tercapai oleh sejumlah hotel di Jabar.

Saat ini, disebut Herman, persaingan hotel semakin luar biasa, terutama dalam hal tarif. Bahkan, terangnya, tidak hanya hotel saja yang menyediakan fasilitas penginapan, apartemen dan kost-an pun bisa disewakan harian. “Hal tersebut tentu mendorong terjadinya persaingan harga yang sangat luar biasa. Di satu sisi Kota Bandung sudah memiliki 17.000 kamar hotel, di sisi lain pertumbuhan penginapan di luar hotel juga terus tumbuh. Hal ini tentu saja menyebabkan persaingan harga yang kurang sehat,” tandasnya.

Maka itu, rendahnya tingkat okupansi tersebut menjadi perhatian serius bagi pihaknya. Oleh karena itu, dituturkan Herman, PHRI akan terus menjalin komunikasi dengan Dewan Pengembangan Ekonomi Kota Bandung untuk mencari solusinya. Salah satu upaya yang telah direkomendasikan sejak lama, yakni adanya gedung Meeting Insentive Convention dan Exhibition (MICE) yang representatif di Jabar. “Sehingga kalau ada acara di gedung tersebut, para tamu menginap di hotel dan okupansinya akan meningkat dari aktivitas tersebut. Hal ini memerlukan perhatian pemerintah kota dan provinsi,” tutupnya. (VIL)

Komentar

komentar