Home » Bandung Raya » Pengecer Bensin Tidak Terpengaruh Kenaikan BBM

Pengecer Bensin Tidak Terpengaruh Kenaikan BBM

bbmJABARTODAY.COM – BANDUNG

Pengecer bensin di Kota Bandung masih tetap berjualan dan tidak terpengaruh akan kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi. Seperti diutarakan Ujang (50), penjual BBM jenis premium di Kiaracondong, bahwa tidak perubahan dengan bisnis yang dijalani dirinya dengan kenaikan BBM.

Anggeur wae, kang. Sarua siga poe biasa, euweuh pangaruhna,” ucap pria yang juga berjualan koran ini, di kiosnya, Selasa (25/6).

Justru, dikatakan Ujang, dagangannya habis meski harga bensin yang dijualnya lebih mahal Rp 1000 dari harga sebenarnya yang Rp 6500. Saat ditanya soal jatah yang didapatkan dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dirinya menyebut tidak kesulitan, karena memiliki izin dari pihak RT/RW, kelurahan, juga polisi.

“Sehari saya bisa untung Rp 60 ribu. Kalau stok, tergantung ngambilnya berapa, ga tentu juga tiap harinya,” paparnya.

Hal senada disampaikan Pambudi (35), pengecer di Jalan Lombok. Ia menyatakan, tidak berefek terhadap pendapatannya, meski harga jual yang diberikannya lebih mahal dari harga sebenarnya.

Sebelumnya, sejumlah padagang eceran di Kecamatan Sindangbarang dan Cibinong, Cianjur, banyak yang gulung tikar. Pasalnya, para penjual BBM jenis solar dan premium ini mengaku kesulitan untuk mendapatkan BBM sejak beberapa hari sebelum keputusan pemerintah.

Seperti halnya Asikin (39), salah seorang penjual bensin eceran di Jalan Raya Sindangbarang, mengaku sudah menutup dagangannya sejak 3 hari sebelum diumumkannya kenaikan BBM, lantaran ia tidak lagi mendapatkan bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dikarenakan kehabisan stok.

“Apalagi sekarang, pedagang eceran tidak lagi dikasih untuk pembelian bensin sejak kenaikan BBM,” tuturnya, saat ditemui, Senin (24/6).

Para penjual BBM jenis solar dan premium ini, berharap agar pemerintah segera mencari solusi sehingga mereka dapat membuka usahanya kembali. (VIL)

Komentar

komentar