Home » Ekonomi » Kebutuhan SAP di Indonesia Capai 20 Ribu

Kebutuhan SAP di Indonesia Capai 20 Ribu

IMG01575-20130518-1232JABARTODAY.COM – BANDUNG Kebutuhan perusahaan akan tenaga System Application and Product atau SAP di Indonesia sekitar 20 ribu. SAP sendiri adalah suatu perencanaan resource untuk perusahaan yang menangani keuangan, kepegawaian, pembelian, penjualan, dan sebagainya. SAP diibaratkan oleh Direktur Telkom Professional Development Center, Muhammad Kusno, seperti kasir restoran cepat saji yang melayani pelanggan, kemudian meminta kepada bagian penyedia makanan, tanpa ikut campur dalam menyiapkan makanan, hanya fokus melayani pembeli.

“SAP adalah proses kebutuhan atau suplai yang ditata suatu sistem. Produk SAP ini telah dipakai di dunia,” ujar Kusno dalam jumpa pers Grand Launched SAP e-Academy Student Price di Kantor Telkom Indonesia, Sabtu (18/5).

Presiden Direktur Monsoon Academy, Abdy Taminsyah, menambahkan, yang paling penting dari diri manusia itu jantung dan tidak boleh berhenti, sama halnya dengan SAP. Dikatakannya, tidak seluruh perusahaan memiliki SAP, hanya 80% perusahaan besar menggunakan hal itu, dikarenakan mahal.

“SAP ini sudah sejak tahun 1970an. Perusahaan menggunakan untuk operasional sehari-hari. Maka itu dibutuhkan konsultan, karena SAP ini tidak boleh memiliki masalah dan harus dapat melihat, menganalisis ke depannya gimana,” tutur Abdy.

Menurutnya, SAP adalah sebuah karir yang bagus dengan gaji dan juga penghargaan yang tinggi. Apalagi, kebutuhan perusahaan akan SAP sangatlah tinggi. “Untuk bidang IT lebih tinggi bayarannya, permintaan sedang tinggi, membutuhkan 20 ribu konsultan SAP,” ungkapnya.

Ia juga menyebut, grand launching kali ini sangat spesial, karena memberikan pelatihan termurah di dunia. Sistem pengajaran sendiri tidak seperti sekolah biasa, namun e-learning atau orang mencari segala sesuatu sendiri dan menerapkan ilmu itu. Apalagi, dikatakan Abdy, pengetahuan SAP bersifat baku dan berlaku di seluruh dunia. “Bahkan orang asingpun belajar ke Indonesia. Ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa karir bagus untuk bekerja di Indonesia ataupun luar negeri,” ucapnya.

Kerjasama antara Monsoon dengan Telkom PDC sendiri telah berjalan sejak 2008 dan menghasilkan 15 orang SAP. Telkom PDC merupakan buah dedikasi dari Yayasan Pendidikan Telkom, yang bergerak di bidang pengembangan teknologi dan profesional.

Selain itu, Telkom PDC adalah lembaga pelatihan profesional dan mendistribusikan ke masyarakat, bersertifikasi internasional, dan sebagai jembatan pendidikan reguler dengan pendidikan profesional.

“Instruktur Telkom PDC berasal dari akademisi yang sudah bersertifikasi, atau juga praktisi internal dari Telkom sendiri,” tandas Kusno. (VIL)

Komentar

komentar