Transaksi Online Capai Miliaran Rupiah per Hari

jabartoday.com/erwin adriansyah
jabartoday.com/erwin adriansyah
JABARTODAY. COM – BANDUNG — Seiring dengan kian berkembangnya teknologi informatika (TI), dalam beberapa tahun terakhir, berkembang pula sistem belanja online. Tahun ini, prediksinya, konsumen sistem online mencapai 8,7 juta orang. Angka itu berarti bertumbuh 17,57 persen lebih tinggi daripada 2015.ektor.

“Kehadiran sistem online memang kian memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Selain itu, secara tidak langsung, sistem online pun dapat turut menggerakkan perekonomian, “tandas COO & CO Founder PT Kudo Teknologi Indonesia, Agung Nuhroho, pada sela-sela peluncuran “Yuk Jadi Pengusaha” di Jalan Gandapura Bandung, Kamis (3/3).

Menurutnya, prediksi akan terjadinya peningkatan konsumen online dapat terjadi. Salah satu indikatornya, kata Agung, transaksi belanja melalui Kudo tergolong besar. Sejak pertama kali hadir pada 2014 sampai kini, ungkapnya, nilai transaksi mencapai miliaran rupiah per hari. “Komoditinya beragam. Tapi, mayoritas berupa pakaian, termasuk busana muslim, telepon selular (ponsel),” ucap dia.

Di tempat sama, CEO & CO founder PT Kudo Teknologi Indonesia, Albert Lucius, menambahkan, sebenarnya, masyarakat dapat turut aktif dalam sistem belanja online yang dikembangkan pihaknya. Pasalnya, jelas Albert, pihaknya mengembangkan sistem O to O alias Online to Offline. Artinya, terangnya, jajarannya membuka peluang bagi seluruh masyarakat untuk menjadi agen. “Siapa pun dapat menjadi agen, misalnya ibu rumah tangga, mahasiswa, tukang warung, dan sebagainya,” ucapnya.

Diutarakan, dalam skema O to O, masyarakat yang membutuhkan sebuah komoditi, dapat bertemu dengan agen. Selanjutnya, konsumen dapat memesan produk yang diinginkannya kepada agen. “Nantinya, agen yang membawakan atau mengirimkan barang kepada pemesan. Transaksinya pun dapat dengan agen. Itu yang kami maksudkan offline, ” paparnya.

Ajakan untuk menjadi agen, lanjutnya, adalah salah satu misi yang diusung PT Kudo Teknologi Indonesia. Tujuannya= imbuh Albert, guna meningkatkan jiwa entrepreneur masyarakat. (ADR)

Related posts