Sekuriti RSHS Hajar Roni di Depan Istri dan Anaknya

aJABARTODAY.COM – BANDUNG

Korban penganiayaan oleh petugas keamanan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Roni Saputra (29), membantah semua pernyataan yang dikeluarkan pihak rumah sakit dan para sekuriti yang mengeroyok dirinya.

Roni yang ditemui di Polsek Sukajadi, Selasa (2/9/2014), mengatakan, dirinya hanya ingin masuk ke kamar tempat anaknya yang telah dirawat sebulan di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Namun, dirinya dihalangi oleh salah satu petugas keamanan dikarenakan tidak memakai kartu pengunjung. Kemudian, terjadilah adu mulut antara Roni dan sekuriti.

Selesai adu mulut, Roni meninggalkan rumah sakit dan kemudian diikuti oleh beberapa petugas dan langsung dikeroyok di depan pengunjung juga keluarga pasien lainnya. “Saya diinjak-injak. Muka saya diancurin. Dikeroyok. Sampai di ruangan juga masih dihajar, bahkan di depan istri dan anak saya,” papar Roni.

Disebut-sebut, Roni sempat menantang para sekuriti untuk berduel dengannya. Hanya saja, hal itu ditepis oleh Roni. Bahkan, pernyataan tentang dirinya yang menggerung-gerungkan sepeda motor di area rumah sakit juga dibantah habis oleh Roni. “Justru malah mereka (sekuriti) yang tiap hari kayak gitu (menggerung-gerungkan),” tukasnya.

Kuasa hukum Roni, Yupen Hadi, menyayangkan kejadian ini. Ia mengaku adanya percekcokan, tapi tidak setuju dengan penyelesaian masalah menggunakan kekerasan. Ia juga menilai, hal seperti ini tidak pantas untuk rumah sakit sekelas RSHS. “Satu satpam saja kalau udah mukul, bisa parah. Apalagi ini, sampai belasan,” sesal Yupen.

Saat disinggung apa yang diinginkan pihaknya dari rumah sakit pemerintah itu, Yupen menyatakan, tidak meminta banyak atau hal lainnya, hanya proses hukum yang sesuai bagi para sekuriti tersebut. “Hak korban sebagai warga negara dilindungi dan jadi pelajaran, yang selanjutnya kita serahkan pada pihak yang berwenang,” ucap Yupen.

Akibat kejadian tersebut, Roni mengaku susah makan, karena rahangnya terluka akibat tendangan dari para penjaga keamanan. Selain itu, ketika tidur pun, ia merasa tidak nyaman dikarenakan punggungnya masih terasa sakit ihwal penginjakan yang dilakukan para sekuriti itu. (VIL)

Related posts