PT Pos Kerjasama dengan Belasan Percetakan

PT PosJABARTODAY.COM – BANDUNG

Menjalin kerjasama menjadi salah satu strategi untuk mendongkrak kinerja bisnis. Hal itu pun dilakukan PT Pos Indonesia (Persero) guna mendongkrak kinerja keuangannya.

Salah satu bentuk kerjasama yang dilakukan lembaga BUMN yang berkantor pusat di Kota Bandung tersebut yaitu bersepakat dengan belasan perusahaan percetakan. “Kami mendapat kontrak kerjasama dengan 19 perusahaan percetakan. Bentuknya berupa pendistribusian buku untuk sekolah-sekolah di Indonesia, mulai SD sampai SMA,” ujar Direktur Utama PT Pos Indonesia, Budi Setiawan, pada sela-sela Halal Bihalal PT Pos Indonesia di Gedung Wahana Bhakti Pos, Rabu (6/8/2014).

Diutarakan, jalinan kerjasama tersebut didasari adanya instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai pendistribusian buku-buku pelajaran. Pendistribusian buku-buku pelajaran kurikulum 2013 tersebut, ungkap dia, sebenarnya, bergulir sejak satu bulan terakhir. Menurutnya, secara bisnis, pendistribusian buku yang volumenya mencapai 25 ribu ton atau sekitar 130 juta eksemplar buku itu memberi efek positif.

Pasalnya, jelas dia, adanya kerjasama itu, pihaknya berpotensi untuk meningkatkan pendapatan. Hingga akhir tahun, ucap dia, pihaknya memproyeksikan pendapatan pendistribusian buku mencapai Rp 100-200 miliar. “Paling tidak, kami optimis mencapai Rp 150 miliar. Pendistribusian itu terdiri atas dua tahap, yaitu Juli dan September,” tuturnya.

Berbicara tentang pendapatan, Budi mengaku optimis, hingga akhir tahun dapat mengalami pertumbuhan 17-18 persen. Secara nominal, ucap dia, proyeksinya mencapai Rp 4,5-4,6 triliun dan laba bersih sejumlah Rp 300 miliar. Dasar keyakinan itu, terang Budi, indikasinya adalah pencapaian pada semester pertama 2014. Hingga paruh 2014, sebutnya, pihaknya mencatat pertumbuhan pendapatan 13-14 persen.

Soal kinerja semester I-2014, Budi berpandangan, perkembangannya juga cukup positif. Perkembangan dan pertumbuhan terjadi pada seluruh lini bisnis perseroan. “Hingga paruh 2014, kami mencatat pendapatan bersih Rp 2,1 triliun dan laba bersih Rp 110 miliar. Sekitar 55 persen merupakan kontribusi pengiriman surat dan parsel. Lalu, sebesar 10 persen merupakan kontribusi jasa keuangan. Selebihnya, bersumber pada logistik, ritel, dan properti,” urai Budi.  (ADR)

Related posts