Penculik Bayi Valencia Dituntut 5 Tahun Penjara

SidangJABARTODAY.COM – BANDUNG

Sang penculik bayi, Desi Ariyani, dituntut 5 tahun penjara oleh jaksa. Selain penjara, Desi juga dituntut membayar denda Rp 60 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 83 Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana dakwaan primair,” ucap Jaksa Penuntut Umum Lia Pratiwi di Ruang Sidang VI Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (1/10/2014).

Menurut jaksa, hal yang memberatkan terdakwa adalah melakukan perbuatan yang meresahkan serta berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan. Sedangkan yang meringankan, Desi belum pernah dihukum dan mendapat maaf dari keluarga korban.

Mendengar tuntutan tersebut, Desi melalui kuasa hukumnya akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi yang akan dibacakan di sidang selanjutnya, Rabu (8/10/2014).

Kronologis kasus, dari dakwaan yang dibacakan jaksa, terungkap bahwa terdakwa mengalami keguguran akibat kecelakaan sepeda motor. Namun hal itu tidak diberitahukan Desi kepada sang suami, Swara Mardika, serta tetap mengaku hamil 3 bulan. Itu dilakukan agar dirinya tetap mendapat perhatian dari suaminya.

“Kemudian pada awal Maret 2014, terdakwa merencanakan berpura-pura akan melahirkan dan melancarkan aksinya untuk mencari bayi yang nantinya diakui lahir dari rahimnya,” ucap Mumuh.

Selanjutnya, terdakwa menemui Ega Gunawan yang sedang hamil dan meminta hasil USG-nya. Setelahnya, hasil USG milik Ega difotokopi lalu diganti namanya menjadi Desi dan diletakkan di atas printer di kamar terdakwa agar sang suami melihatnya.

Pada Selasa 25 Maret 2014, sekitar pukul 19.00, di RS Hasan Sadikin Bandung, Desi berpura-pura menjadi dokter dan menculik bayi Valencia yang baru dilahirkan sembilan jam. Berdasarkan pengamatan kamera CCTV, bayi itu digendong di bagian pundak kanannya dan ditutupi jas putih mirip dokter. Ia terlihat tenang. Langkahnya tidak terburu-buru. Bayi itu dibawa ke kost-an terdakwa di Jalan Pasirkaliki, Gg. H. Junaedi, RT 02/11, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi.

Jumat 28 Maret 2014, sekitar pukul 21.30, polisi menggerebek kost-an terdakwa. Namun dia menyelinap pergi keluar rumah dan melompat dari jembatan layang Pasupati. Sementara polisi berhasil mengamankan sang bayi yang ditinggalkan di kamar. (VIL)

Related posts