Laode Muhamad Syarif: Tunda Pelantikan Alih Tugas Pegawai KPK

  • Whatsapp
Laode Muhamad Syarif, Mantan Wakil Ketua KPK

JABARTODAY.COM-JAKARTA. Wakil Ketua KPK, Laode Muhamad Syarif mendesak Ketua KPK, Kepala BKN, dan Menpan RB untuk menunda pelantikan alih tugas pegawai-pegawai KPK menjadi Aparat Sipil Negara (ASN) sampai nasib 75 orang pegawai KPK jelas masa depannya. Terlebih lagi, terdapat dua Komisioner KPK tidak setuju dengan keputusan soal Test Wawasan Kebangsaan (TWK) yang membuat para pegawai KPK yang berintegritas dan berpengalaman tidak lolos menjadi ASN.

“Tidak ada dasar hukumnya dalam UU KPK yang baru dan Peraturan Pemerintah soal alih tugas pegawai KPK dan bertentangan dengan putusan MK yang tidak menyaratkan TWK bagi alih tugas pegawai. Jadi Peraturan Komisi itu seperti mengada-ada,” tegas mantan pimpinan KPK itu.

Laode menegaskan, sejak awal pimpinan KPK menyampaikan kepada pegawai bahwa TWK bukan untuk menentukan kelulusan dalam alih fungsi dari pegawai KPK menjadi ASN. Metodologi TWK yang digunakan, tegas Laode, tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan karena sampai mencampuri urusan privasi pegawai seperti soal nikah dan hasrat seksual pegawai yang belum nikah dan bahkan sampai soal cara seseorang shalat subuh dengan qunut atau tidak qunut.

“TWK kelihatan seperti menarget pegawai-pegawai KPK yang berintegritas untuk digagalkan karena banyak sekali menggagalkan para penyelidik dan penyidik senior independen KPK yang telah teruji reputasi dan independensinya serta menyasar beberapa pejabat struktural dan pegawai baru yang bagus-bagus,” jelas dia.

Karena itu, pihaknya juga menghimbau Menko Polhukam atau Presiden agar segera menengahi dan menyelesaikan permasalahan yang menimpa 75 orang pegawai KPK ini agar tidak terzalimi oleh tes yang tidak jelas dasar hukumnya. (rus)

Related posts