Jasa Raharja Siapkan Dana Tak Terbatas untuk Santunan

foto: erwin adriansyah
foto: erwin 

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Tingkat kepadatan arus lalu lintas, biasanya, kerap meningkat tajam ketika berlangsung momen arus mudik dan balik Idul Fitri. Pada momen itu pula, tidak jarang terjadi kecelakaan lalu lintas yang berakibat korban tewas atau luka-luka, baik ringan, berat, maupun pada akhirnya, korban mengalami cacat tetap.

Berdasarkan undang undang, para pengguna jalan berhak memperoleh santunan apabila mengalami kecelakaan, kecuali kecelakaan tunggal. Karenanya, PT Jasa Raharja (Persero), yang mengemban amanat tersebut, menyiapkan berbagai hal untuk menyikapi berbagai kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Satu di antaranya, adalah dana santunan.

“Tahun lalu, nilai santunan kecelakaan di Jabar pada momen arus mudik dan balik, yaitu H-7 sampai H+7, nilai totalnya, mencapai Rp 5,91 miliar. Angka itu lebih kecil daripada penyaluran santunan momen sama tahun sebelumnya (2013),” tandas Kepala PT Jasa Raharja Cabang Jabar, Edy Supriadi, Kamis (2/7) malam.

Edy mengemukakan, untuk momen arus mudik dan balik Idul Fitri 2015, pihaknya menyiapkan dana santunan tidak terbatas. Ditegaskan, berapa pun nilainya, pihaknya siap untuk menyalurkannya. Meski begitu, kata Edy, pihaknya berharap, tahun ini, angka kecelakaan pada momen mudik dan balik Idul Fitri 2015 kembali turun. “Jangan sampai angka kecelakaan meningkat. Kasihan para pemudik,” tuturnya.

Berkenaan ruas tol Cipali, Edy menilai ruas tol sepanjang 116,7 kilometer itu tergolong rawan. Pasalnya, terang dia, di ruas tol yang baru beroperasi dua pekan itu, hingga kini, terjadi 36 kasus kecelakaan. Tiga orang korban tewas, sisanya, tambah Edy, mengalami luka-luka. Karena itu, tegas Edy, pihaknya memberi perhatian khusus pada tingkat keselamatan pada ruas tol tersebut. Upayanya, sahut dia, memasang sejumlah spanduk dan imbauan.

Soal klaimnya, Edy menegaskan, pihaknya sudah menyalurkan santunan kecelakaan senilai Rp 50 juta bagi keluarga korban kecelakaan tol Cipali. Edy mengatakan, dana santunan Rp 50 juta itu peruntukannya bagi korban tewas. Sedangkan santunan korban luka-luka, Edy mengatakan, sejauh ini, pihaknya masih menginventarisir. “Itu karena pihak rumah sakit belum mengajukan pelaporan biaya perawatan,” jelasnya. (ADR)

Related posts