Ini Jumlah Lembaran Uang Palsu Selama Tiga Bulan Awal 2017

  • Whatsapp
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Bagi pelaku kriminal, banyak momen yang mereka manfaatkan untuk melancarkan aksinya. Satu di antaranya, memanfaatkan momentum Ramadan dan Idul Fitri untuk mengedarkan uang palsu. “Kami secara aktif terus berkoordinasi dengan jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri), termasuk Kepolisian Daerah (Polda)┬áJabar, untuk menanggulangi peredaran uang palsu Barat,” tandas Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Jabar, Wiwiek Sisto Widayat, usai teleconference Kepala Polri, Jenderal (Pol) Tito Karnavian, dan Gubernur BI, Agus Martowardojo, di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jabar, Jalan Soekarnohatta Bandung, belum lama ini.

Wiwiek menyatakan, memang, kasus peredaran uang palsu, khususnya, di tatar Pasundan, tidak mengalami peningkatan. Kendati demikian, tegas Wiwiek, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai peredaran uang palsu tersebut.

Wiwiek menyebutkan, di wilayah kerjanya, selama tiga bulan perdana tahun ini, pihaknya mencatat peredaran uang palsu sebanyak 4.990 lembar. Karenanya, tegas dia, guna mencegah sekaligus menekan peredaran uang palsu, bersama kepolisian dan instansi lainnya, termasuk pemerintah, pihaknya melakukan berbagai upaya. Di antaranya, ucapnya, terus menyosialisasikan ciri-ciri uang asli dan palsu.

Upaya lainnya, utamanya, mengantisipasi dan peredaran uang palsu jelang Idul Fitri, seru Wiwiek, pihaknya mengoperasikan mobil pelayanan keliling, sebagai sarana penukaran uang. “Bersama 72 perbankan umum dan 99 Bank Perkreditan Rakyat (BPR), kami pun membuka pelayanan penukaran uang. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk melakukan penukaran uang pada loket-loket perbankan yang sudah bekerjasama dengan kami,” paparnya.

Soal ketersediaan dana tunai pada momen Ramadan dan Idul Fitri 2017, Wiwiek menyatakan, pihaknya menyiapkan uang kartal berbagai jenis pecahan berjumlah total Rp 16,7 triliun. Nominal itu, jelasnya, terdiri atas Rp 15 triliun pecahan besar, dan sisanya pecahan kecil. Dana kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri 2017 tersebut, aku Wiwiek, lebih banyak daripada momen sama tahun lalu, yang nilainya Rp 15,7 triliun. (win)

Related posts