Bayar Tarif Tol Purbaleunyi Bisa Non-Tunai

foto: WEB
foto: WEB

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Kemajuan ilmu dan teknologi yang terus berkembang berdampak pada sistem keuangan. Satu di antaranya, dalam hal pemanfaatan sistem pembayaran elektronik. Kini, publik yang memanfaatkan ruas tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi) dan Cikampek, Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi), serta Cinere Jagorawi, dapat melakukan pembayaran tarif tol tidak secara tunai.

Itu karena adanya kerjasama antara tiga lembaga, PT Bank Mandiri Tbk (Persero), PT Jasa Marga, dan Trans Lingkar Kita Jaya (TLKJ). Kerjasama tersebut menghasilkan kesepakatan mengenai pengoperasian pembayaran elektronik ruas tol sistem tertutup Cikampek, Purbaleunyi, Jagorawi dan Cinere Jagorawi, menggunakan Mandiri e-money.
“Harapannya, sistem ini memudahkan pengguna jalan tol,” tandas SEVP Transaction Banking Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans, belum lama ini.

Dijelaskan, melalui sistem Mandiri e-money, pemakai ruas tol tersebut tidak usah melakukan pengambilan Kartu Tanda Masuk Elektronik (KTME). Caranya, jelas dia, pengguna tol cukup menempelkan e-Toll Card atau varian Mandiri e-money lainnya pada reader mesin GTO. Selanjutnya, kata dia, berikan kartu yang sama itu kepada petugas pada gerbang exit untuk membayar tarifnya, yang nilainya bergantung pada jarak pemakaian tol. “Agar para pengguna tol menjadi mudah, kami menjual e-Toll Card pada ruas-ruas tol itu,” tuturnya.

Berkenaan dengan bisnis, Rico menerangkan, sejauh ini, penertrasi pemanfaatan e-money dalam transaksi pembayaran tol tergolong rendah. Persentasenya, sebut dia, masih sekitar 12 persen. Penyebabnya, dalih Rico, berkaitan dengan reader mesin GTO yang masih terbatas.

Sebenarnya, kata dia, penetrasi e-money transaski pembayaran tol dapat naik jika jumlah reader GTO sebanyak 70-80 persen total gardu operasi. Seandainya hal itu terpenuhi, Rico menyatakan, penetrasinya dapat melejit hingga 40-50 persen.

Tidak hanya terbentur oleh terbatasnya reader GTO, ucapnya, rendahnya penetrasi tersebut juga karena pengisian ulang e-Toll Card. Hingga kini, kilah dia, pengisian ulang hanya dapat berlangsung melalui Anjung Tunai Mandiri (ATM). Meski demikian, tegasnya, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan dan mengembangkan sistem pengisian ulang, baik menggunakan perangkat telepon selular (ponsel) maupun on line. “Mungkin, pengembangannya baru kami lakukan pada tahun depan,” sahut dia. (ADR)

Related posts