Akta Kelahiran Rampung dalam 3 Hari

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyerahkan secara simbolis pada anak penerima Kartu Identitas Anak, Rabu (28/12), di Gedung Serbaguna Pemkot Bandung. (jabartoday/eddy koesman)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Dalam rangka memenuhi kebutuhan administrasi kependudukan 400 orang penyandang tunanetra. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil keluarkan Akta Kelahiran Braille dan Kartu Identitas Anak.

’’Kita membuat akta Braille, agar warga tunanetra bisa mendapatkan pelayanan dokumen kependudukan, sesuai dengan kebutuhan,” kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, usai meluncurkan Akta Kelahiran Braille dan Kartu Identitas Anak, di Gedung Serbaguna, Balai Kota Bandung, Rabu (28/12).

Inovasi tersebut diapresiasi positif oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri I Gede Suratha, yang turut hadir di acara peluncuran tersebut bersama Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial.

Selain akta kelahiran Braille, Disdukcapil Kota Bandung turut meluncurkan Kartu Identitas Anak untuk memberi legalitas bagi anak berusia 0-18 tahun. Kartu tersebut merupakan wujud dari amanat pemerintah pusat untuk memberikan tanda identitas bagi seluruh warga negara. ’’Mulai sekarang setiap anak harus punya KTP, namanya kartu identitas anak,” terang Ridwan.

Untuk mensukseskan program ini, Disdukcapil Kota Bandung akan melakukan sosialisasi di berbagai lini, salah satunya melalui Dinas Pendidikan, RSUD, dan RSKIA. Menurut data, sebanyak 617.232 anak di Kota Bandung akan mendapatkan kartu ini. Di tahun 2016 saja, 45.000 KIA telah disiapkan untuk dicetak secara mandiri menggunakan dana APBD Kota Bandung.

Sebagai motivasi pembuatan KIA, Disdukcapil Kota Bandung bekerja sama dengan pihak swasta untuk memberikan tabungan perdana senilai Rp 250.000 bagi 30 pemegang KIA. Pemilik KIA juga bisa menikmati berbagai manfaat seperti potongan harga di toko buku tertentu, bimbingan belajar, dan kursus bahasa Inggris. ’’Itu hanya cara kreatif saja untuk meningkatkan partisipasi,” ujar Emil, biasa Wali Kota disapa.

Saat ini, Disdukcapil Kota Bandung juga tengah mengoptimalkan pembuatan akta kelahiran, bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung dan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Kota Bandung. Jika sebelumnya akta kelahiran baru bisa diproses dalam waktu 14 hari kerja melalui rumah sakit, kini dengan sistem yang baru akta kelahiran bisa jadi hanya dalam waktu 2-3 hari saja. (koe)

Related posts